|
Menu Close Menu

Gubernur Riau Hadiri Puncak Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Riau

Thursday, August 30, 2018 | 18:23 WIB


RIAUANTARA.COM | PEKANBARU - Ratusan anak dari berbagai latar belakang pendidikan dan daerah hadir pada puncak peringatan hari anak nasional tingkat Provinsi Riau yang digelar di Komplek Gedung Daerah Provinsi Riau Kamis (30/8/2018).

Hadir dalam acara ini Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim, Wakapolda Riau dan Forkopimda lainnya serta ratusan anak dari berbagai jenjang pendidikan.

Selain acara peringatan hari anak, pada acara ini juga digelar lomba menggambar dan mewarnai bagi ratusan anak tingkat Pendidikan Anak Usia Dini di Balai pelangi Gedung Daerah. Bahkan anak Berkebutuhan khusus juga hadir dalam acara ini.

Tidak itu saja berbagai penampilan budaya dan tradisi masyarakat Riau ditampilkan para anak-anak Riau ini, diantaranya penampilan tari manogakan umah dari Kampar, Zapin melayu dan penampilan lainnya.

Ratusan anak ini terlihat serius mengikuti lomba menggambar dan mewarnai tersebut, bahkan Gubernur bersama istri sempat berbaur bersama ratusan anak ini. Adapun tema hari anak nasional tahun ini "Anak Indonesia Anak Genius".

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Tengku Hidayati Effiza jumlah anak yang hadir dalam acara puncak peringatan Anak hampir ribuan anak.

"Ada lomba menggambar dan mewarnai untuk anak TK dan PAUD l, dan kita mengumpulkan anak dari berbagai sekolah di arena ini untuk memperingati hari anak nasional,"ujar Tengku Hidayati Effiza dalam sambutannya.

Menurut Tengku dalam kesempatan ini juga diberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang konsisten dalam memperhatikan anak dan berperan untuk kemajuan anak Riau dan Indonesia.

" Ada beberapa Lembaga yang akan menerima penghargaan dari Forum anak yang dianggap konsisten untuk kemajuan anak di Riau,"ujar Tengku Hidayati.

Sementara itu, Ketua Forum Anak Nasional Khalif Zidan Ramadhan yang hadir dalam acara tersebut mengatakan forum anak Riau merupakan forum anak teraktif di Indonesia. Untuk itu Ia berharap dukungan dari pemerintah Provinsi Riau.

" Kami berharap agar ayah kami di Pemerintah daerah memperhatikan kami dan ini sudah diperbaiki hatiku dengan menggelar acara ini (Hari Anak Nasional),"ujar Zidan sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan itu juga Ketua Forum Anak Riau Ilham Hadapi meminta dukungan daerah agar setiap Perhelatan duta anak ada dukungan untuk pengiriman anak ke acara duta anak nasional.

"Kami meminta dan memohon untuk mendukung pengiriman duta anak ke tingkat nasional. Dan kami meminta dukungan agar kami menggelar acara duta anak Riau bersama Kabupaten/Kota lainnya, "ujar Ilham.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman yang hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi atas capaian forum anak Riau bahkan ketua Forum Anak Nasional bisa dipimpin anak dari Pekanbaru.

" Kita sangat apresiasi peningkatan prestasi anak Riau di forum anak nasional dan berharap dengan kondisi ini agar semua Kabupaten Kota di Riau jadi kota layak anak," ujar Andi Rachman salam sambutannya.

Sebagaimana diketahui saat ini baru tiga Kabupaten/Kota yang sudah ditetapkan jadi Kota Layak anak madya yakni Siak, Pekanbaru dan Dumai sedangkan yang Pratama Bengkalis, Pelalawan, Kampar, Inhu dan Inhil.

" Empat belum Meranti, Rohul, Rohil dan Kuansing. Jika sudah semua maka baru Riau dinyatakan layak anak, kalau sekarang kan baru penggagas daerah anak. Ini harapan kita kedepan," ujar Andi.

Apalagi lanjut Andi, forum anak ini banyak inovasi dan tentunya bisa ditularkan kepada anak lainnya di Riau.

"Kita memang Riau perlu generasi penerus apalagi 2045, anak sekarang inilah yang menentukan kemajuan bangsa kita ini," ujar Andi.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan deklarasi Anak Riau yang berisikan beberapa pesan, diantaranya :

- Penghapusan sponsor dan iklan rokok
- Mewujudkan Riau Bebas narkoba
- Adanya pembangunan sarana dan pembangunan ramah anak
- Adanya tempat pemanfaatan waktu luang pendidikan dan seni ramah anak
- Mempermudah proses pembuatan akta kelahiran anak
- Mendorong pembentukan pusat pendidikan keluarga ramah anak
- Menyediakan ruang be main ramah anak di fasilitas kesehatan
- Perlindungan dan tidak ada eksploitasi anak.

(hms/adv)
Bagikan:

Komentar