|
Menu Close Menu

Info Pasien Covid-19 di Kabupaten Siak, ODP 2.152 dan PDP 14

Jumat, 17 April 2020 | 20:58 WIB


RIAUANTARA.CO | Siak,_ Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Siak menggelar konferensi tentang cara memperbarui informasi wabah corona di kabupaten tersebut kepada berbagai media kebangkitan.
Konferensi pers dilakukan di Posko Gugus Tugas Mess Pemda, Jalan Raja Kecik Siak Sri Indrapura, Jumat (17/4/2020), yang dipimpin Asisten Pemkab Budhi Yuwono dan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Siak Kadiskes Dr Toni Chandra, serta didampingi Kadis Kominfo Arfan Usman dan Kabag Humas Protokol Wan Saiful Effendi.

Dikatakan Asisten Pemkesra Budhi Yuwono, hingga hari ini ini kasus Covid-19 menangguhkan 2.165 kasus, yang juga ditayangkan pada portal corona.siakkab.go.id per tanggal 17 April 2020. Selain itu kata dia, jumlah ODP sudah 2,152 orang, dengan jumlah ODP yang telah diselesaikan dan diselesaikan sendiri 1.168 orang, sedangkan sisanya 984 ODP masih dalam proses perpindahan.

“Sementara untuk jumlah PDP terjadi peningkatan, di mana saat ini sudah terjadi 14 kasus PDP di Kabupaten Siak, di mana 9 orang di dalamnya masih memperbaharui. Dengan memberi tahu 7 orang di RSUD, 2 orang di Asrama Haji, dan 1 orang mengerti di Kota Pekanbaru. Selain itu 1 orang PDP meninggal dunia, 3 orang lainnnya sudah selesai melakukan perawatan dan diselesaikan, ”sebut Budhi.

Terkait Peningkatan kasus PDP tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap di rumah, menggunakan masker setiap saat, dan berkomunikasi jarak antar orang sekitar 2 meter, dan juga menghindari keramaian dan mengaktifkan hidup sehat dan sehat setiap kali membawa tangan.

“Kami juga meminta masyarakat saat ini meminta di rumah sakit, agar mempercayakan perawatan keluarga pada tim medis, dan kita tidak perlu menunggu di rumah sakit untuk menghindarkan kontak karena rentan penularan Covid-19,” pintanya.

Ia juga meminta masyarakat untuk meminta izin pemerintah daerah untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah mulai Pukul 21.00 Wib - 05.00 Wib, terkecuali untuk keperluan meminta, misalnya pergantian shift perusahaan pabrik atau mendapatkan pertolongan medis ke rumah sakit.

“Kedai makan dan restoran setelah Pukul 21.00 Wib, diharapkan untuk menghentikan kegiatannya,” kata Budhi.

Sementara itu, Kadiskes Kabupaten Siak Toni Chandra mengatakan, dari total orang PDP yang ada pada saat ini, berdasarkan hasil tes cepat 1 PDP yang lolos positif Covid-19. Sementara itu 1 orang pasien dari Kandis berdasarkan hasil swab pertama dinyatakan positif Covid-19 namun berdasarkan hasil uji swab kedua dinyatakan negatif.

Namun sesuai protap, yang ditunjuk sebagai pasien positif covid-19 dengan protap maksimal, dan sudah mulai disetujui sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan di RSUD Tengku Rafian.

"Yang setuju akan dibahas dengan uji swab setiap hari, sampai nanti hasil 2 kali bertutut-kontribusi disetujui negatif dan dipulihkan dari Covid-19," kata Toni.

Baik Diskes, RSUD dan Puskesmas se-Kabupaten Siak kata dia, setuju akan memberikan pelayanan yang baik-disetujui kepada Pasien Covid-19.

Menindaklanjuti kasus 1 orang PDP berlalu tempo hari, lanjutnya, akan dilakukan tes cepat untuk keluarga pasien, dan dilanjutkan ke orang yang melakukan kontak pada saat itu.

Untuk pasien dengan hasil Swab dinyatakan positif di Kandis, keluarga yang ditentukan ditetapkan sebagai ODP dengan kategori OTG (Orang Tanpa Perbedaan) yang dikumpulkan 4 orang, di peroleh 1 orang istri dan 3 orang anak. Pasien juga akan diperiksa pemeriksaan swab, disetujui untuk orang yang pernah dihubungi untuk diperiksa pemeriksaan tes cepat.

Toni menjelaskan, memeriksa Swab hanya dapat dilakukan oleh petugas medis dari RSUD dan Labkesda yang sudah dibor. Namun untuk pemeriksaan tes cepat, saat ini sudah bisa dilakukan oleh petugas puskesmas terdekat.

Ia juga meminta masyarakat untuk meminta izin pemerintah terkait upaya memutus penularan Covid-19 untuk keselamatan seluruh masyarakat Kabupaten Siak.

“Penyakit ini tergolong baru dan obatnya belum ada, jadi sangat penting untuk dilakukan. Kepada ODP untuk tetap patuh melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari, serta melaporkan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika ditemukan melaporkan masalah kesehatan, ”tutupnya.
(inf/kom)
Bagikan:

Komentar