|
Menu Close Menu

'Kencing' Minyak Marak di Inhu, Aparat Diminta Bertindak Tegas

Selasa, 14 Mei 2019 | 06:33 WIB

RIAUANTARA.CO| INHU -  Terkait pemberitaan media massa soal aktifitas 'kencing minyak' di kawasan Lintas Timur Kecamatan Lirik Kabupaten Pelalawan, diduga dibeking oknum Bhabinsa, aparat diminta harus bertindak tegas.

Hal ini dikatakan Ketua DPW Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (Tamperak)  Provinsi Riau, Tony Chaniago, Senin (13/5/2019).

"Aktifitas 'Kencing' minyak ini betul-betul merugikan negara. Sebab yang mereka curi ini adalah minyak bersubsidi jenis solar dan premium yang bakal dikirim atau didistribusikan oleh Pertamina ke pengisian (SPBU)," ucap Tony Chaniago, seperti dikutip dari laman SUARAaktual.com, kemarin.

Permainan kencing minyak ini sebenarnya adalah kerja sama antara sopir tanki dengan penampung yang membeli BBM dibawah harga pasaran resmi untuk bisa meraih keuntungan berlipat dengan menjualnya lagi kepada perusahan dengan harga industri.

"Meski bikin resah, akan tetapi tidak satupun yang berani bersuara. Sebab usaha merugikan keuangan negara itu dibekingi aparat," jelas Tony.

Untuk itu tegas Tony lagi, Polda Riau maupun Polres Inhu dan juga Polsek harus berantas praktek ini. Perbuatan mereka ini telah merugikan negara.

"Dalam penegakan hukum tegasnya lagi, tidak perlu timbang pilih, semua pelaku pelanggar hukum harus ditindak, biar itu dari TNI, Polri, Jaksa maupun dari masyarakat," pungkasnya.

Sebagai mana diberitakan suaraaktual.co sebelumnya, ada aktifitas kencing minyak ini ditemukan di Lintas Timur. Dan disana wartawan dihalang-halangi oleh seorang oknum TNI yang berseragam. Saat itu oknum Bhabinsa tersebut mengaku mengamankan aktifitas pencurian itu.(*)
Bagikan:

Komentar