|
Menu Close Menu

Wakil Gubernur Riau Hadiri Rakor Kelitbang

Tuesday, July 30, 2019 | 19:42 WIB

RIAUANTARA.CO | PEKANBARU - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Provinsi Riau mengadakan acara Rakor Kelitbang dan Sosialisasi tentang Penilaian Indeks Inovasi Daerah dan Indeks Daya Saing Daerah serta Penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2019, di Hotel Angkasa Pekanbaru, Selasa (30/7/2019).

Adapun rakor ini dibuka oleh Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, dan dihadiri utusan dari 12 Balitbang Kabupaten/Kota yang ada di Riau.

Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution dalam sambutannya mengatakan, untuk keberlangsungan dan keberlanjutan pembangunan di Provinsi Riau pada periode ini, dirinya bersama Gubernur Riau Syamsuar akan tetap melanjutkan dan meningkatkan program pro masyarakat yang telah dirintis oleh para Gubernur sebelumnya. 

"Kami akan terus melakukan pembenahan dan penyelesaian permasalahan-permasalahan pembangunan yang kita hadapi saat ini," ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, permasalahan pembangunan di Provinsi Riau yang dihadapi saat ini di antaranya masih rendahnya pertumbuhan ekonomi, tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran, masih terdapat kesenjangan kualitas SDM antar kabupaten/kota yang ada di lingkungan Provinsi Riau, rendahnya kualitas infrastruktur dasar bagi masyarakat, dan rendahnya indeks kualitas lingkungan hidup di Provinsi Riau.

Untuk mengatasi permasalah tersebut, Edy memaparkan bahwa pihaknya memiliki visi 2019-2024 yakni terwujudnya Riau yang berdaya saing, sejahtera, bermartabat dan unggul di indonesia.

Tentunya visi ini, ia melanjutkan, adalah sebuah harapan. Oleh karena itu untuk mewujudkan visi ini maka dirumuskan beberapa misi diantaranya:

Pertama, mewujudkan sumber daya manusia yang beriman, berkualitas, dan berdaya saing melalui pembangunan manusia seutuhnya.

Kedua, mewujudkan infrastruktur daerah yang merata dan berwawasan lingkungan. Ketiga, mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklisif, mandiri, dan berdaya saing.

Keempat, mewujudkan budaya Melayu sebagai payung negeri dan mengembangkan pariwisata yang berdaya saing.

Kelima, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan pelayanan publik yang prima berbasis teknologi informasi.

Untuk mewujudkan visi misi tersebut, Edy menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyusun arah kebijakan yaitu peningkatan kualitas SDM yang beriman dan berdaya saing, peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur dasar dan pembangunan berwawasan lingkungan, peningkatan produktifitas sektor unggulan yang berdaya saing, peningkatan penerapan budaya melayu dan pengembangan pariwisata, serta peningkatan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi.

Ia juga berpesan kepada semua pihak terkait untuk selalu berkembang, berinovasi, dan mencari terobosan yang bisa dilakukan sesuai bidang masing-masing, agar tidak tertinggal.

"Karena pelung bisa datang dari mana saja tergantung bagaimana kita melakukan inovasi, terobosan dan membangun komunikasi dengan pusat," ungkapnya.

Dalam Rakor ini terungkap bahwa Pemprov Riau pernah mendapat peringkat ke-3 dalam penelitian Budhipura pada tahun 2017. Kemudian pada tahun 2018 masuk dalam 5 besar.

Sedangkan pada tahun ini, Provinsi Riau kembali masuk nominasi peraih penghargaan Budhipura bersama 7 provinsi lainnya, yakni Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Selatan.

Penghargaan Budhipura merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi yang telah berhasil mendorong pengembangan inovasi di daerahnya,

Daya saing saat ini menjadi salah satu parameter dalam konsep kota berkelanjutan. Tingkat daya saing suatu daerah juga menjadi salah satu ukuran kesejahteraan.

Pemerintah dalam beberapa regulasi juga menekankan pentingnya kepala daerah melakukan inovasi untuk mendorong efektivitas pelayanan publik, menciptakan nilai tambah, serta tetap terbuka pada persaingan domestik dan internasional. 
(adv/hms)
Bagikan:

Komentar