|
Menu Close Menu

Terkait Tenaga Kerja, Warga Surati PT Mustika Agung Sawit Gumilang

Tuesday, August 6, 2019 | 21:35 WIB

RIAUANTARA.CO | INHU - Dinilai tidak komitmen dalam penerimaan tenaga kerja dan tidak lakukan sosialisasi tentang limbah, warga Desa Gumanti Kecamatan Peranap Kabupaten Inhu, Riau, surati PT Mustika Agung Sawit Gumilang.

Berdirinya pabrik pengelolaan kelapa sawit di desa Gumanti, tentu nantinya akan berdampak panjang, terutama terkait lingkungan hidup, karena pabrik kelapa sawit akan menghasilkan limbah, baik limbah cair, padat atau limbah lain seperti janjang kosong.

"Terkiat limbah cair harus dipastikan betul sistem Instalasi pengelolaan limbah itu sudah sesuai belum dengan aturan yang ada, kemudian sudah sesuai dengan kapasitas pengelolaan pabrik kelapa sawit tersebut atau tidak," kata Marlis selaku ketua Tim Peduli Permasalahan Tenagakerja dan Lingkungan Hidup Desa Gumanti.

Menurutnya, kalau tidak diperhitungkan ke depan akan terjadi pencemaran lingkungan terutama sungai. Terkait janjang kosong harus diuraikan akan dikemanakan jangkos yang dihasilkan dari pengelolaan kelapa sawit tersebut, karena berdasarkan peraturan yang berlaku tidak dibenarkan lagi membakar jangkos. 

"Sedangkan pengelolaan kelapa sawit oleh pabrik pasti menghasilkan jangkos, dan akan dikemanakan jangkos tersebut, karena nanti nya akan menimbulkan bau tak sedap yang bisa sampai jarak 2 Km," katanya. 

Seharusnya kata Marlus, dokumen Amdal atau UKL/UPL pabrik PT. MASG harus disosialisikan kepada masyarakat terutama masyarakat desa Gumanti yang rumahnya disekeliling pabrik.

Yang lebih penting lagi PT. MASG darimana kebun pendukungnya, karena sejauh ini tidak ada kebun kelapa sawit milik PT. MASG, dan itu nantinya bisa menjadi ajang untuk penerimaan buah dari kawasan hutan. Hal tersebut jelas dilarang dan ada ketentuan pidananya di UU pencegahan pengrusakan kawasan hutan.

"Harus diperjelas sumber buah kelapa sawit yang akan diolah oleh PT. MASG, karena sejauh ini juga belum ada komitmen pembinaan terhadap kebun masyarakat disekeliling perusahaan," katanya.

Terkait ketenagakerjaan, PT. MASG harus mengutamakan masyarkat tempatan terutama yang terdampak dengan berdirinya pabrik, tanpa mengenyampingkan kemampuan baik secara kesehatan maupun pendidikan.

Humas PT MASG, Mulyadi saat dikonfirmasi mengatakan, jika masalah limbah, terlalu pagi warga mempertanyakan soal itu, karena sampai sekarang pabrik belum beroperasi. Pabrik saat ini masih proses pembangunan dan kemungkinan pabrik akan beroperasi akhir tahun.

Sedangkan masalah perekutan tenaga kerja, saat ini kata Humas baru tahap seleksi tertulis dan jalannya masih panjang.

"Itu semua terbuka dan pada tanggal 13 kemarin kita sudah sosialisakan perekutan tenaga kerja di Desa Gumanti," katanya.**HR
Bagikan:

Komentar