|
Menu Close Menu

Diduga Dampak Limbah PT MAS Habitat Satwa Sungai Binio Bergelimpangan

Kamis, 09 Januari 2020 | 06:35 WIB
RIAUANTARA.CO | Inhu - Diduga dampak dari limbah pabrik, habitat makhluk hidup yang ada di Sungai Binio bergelimpangan mengalung mati. Pemicunya diduga dari limbah milik Pabrik Kelapa Sawit PT MAS.

Kini permasalahan limbah ini menjadi pelemik serius bagi masyarakat Desa Kota Medan, Kecamatan Kelayang, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Pasalnya, masyarakat desa itu tidak ingin hal ini terjadi.

Bahkan menurut warga setempat peristiwa habitat Sungai Binio ini tidak hanya sekali, akan tetapi sudah berkali-kali. Kejadian ini sedikitnha satu bulan itu sekali atau dua bulan sekali binatang satwa seperti ikan, kura-kura, ular dan binatang lainnya mati diduga keracunan limbah PKS PT MAS.

Hal ini dikatakan oleh Andalas Seketaris BPD Desa Kota Medan ketika dikonfirmasi awak media saat meninjau lokasi habitat satwa sungai bergelimpangan pada Rabu (8/1/2020) tadi.

Dalam kesempatan itu Andalas menyampaikan rasa sayangnya kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Inhu maupun pemerintahan desa terkesan diam dan tutup mata dengan peristiwa yang terjadi," tutur dia.

Hal yang sama juga ditangggapi oleh Tokoh masyarakat Desa Medan, Edi Yanto. Dan Edi menjelaskan bahwa persoalan limbah PKS PT MAS ini sudah dilaporkan ke DLH Inhu, dan bahkan pihak DLH Inhu sudah turun kelokasi mengecek langsung.

Namun pada kenyataan, kata dia,  sampai saat ini masih saja terjadi ikan dan binatang lainnya yang ada di sungai binio ini mati karena keracunan limbah PKS PT MAS.

Kades Desa Kota Medan Rudi saat dikonfirmasi mengatakan untuk kedapannya perusuhan untuk lebih hati-hati.

" Kita berharap perusahan untuk segera membenahi dan jangan saling menyalakan, kalau kita cari kesalahan semuanya kita salah," tegas kades itu.

Kata kades lebih jauh, pihaknya sudah sampaikan hal ini ke DLH Kapupaten Inhu, bahwa mereka mau melakukan penghimbauan kepihak perusahan.

Humas PT MAS, Saparudin yang juga berada disekitar lokasi Sungai Binio saat dikonfirmasi pihak perusahaan sudah berupaya menanggulangi dan untuk limbah sudah ada waduknya dengan kolam limbah sebanyak 12 kolam

" Yang menyebabkan ikan mati di Sungai Binio ini adalah air jangkos," kilah Saparudin.

Ditanya kejadian binatang satwa di Sungai Binio ini mati tidak hanya kali ini dan matinya binatang satwa air ini disebabkan air limbah PKS MAS ?

Jawab Saparudin " Kan sudah kita sampaikan kita akan menangulangi persoalan ini bersama kades," tutur Saparudin.

Ditanya lagi, apakah selama ini tidak ada upaya dari perusahan untuk tidak membuang air limbah PKS ke Sungai atau ini ungsur kesengajaan agar perusahan tidak repot-repot membuat waduk limbah ?

Jawab Saparudin " Kita tidak ada sengaja membuang limbah kesungai, Ini hanya air jangkos saja. Sekali lagi saya katakan akan kordinasi dengan kades gimana untuk menangani hal ini," sebut dia singkat.

Pantauan awak media dilokasi, banyak ditemukan binatang satwa air yang mati, dan menurut warga air sungai binio dimanfaatkan untuk mandi, apalag disaat musim kemarau, rata-rata masyarakat desa simpang kota medan mandi di sungai binio tersebut,**HR

Redaktur: Toni Chaniago
Bagikan:

Komentar