|
Menu Close Menu

Ditengah Iring-iringan Kracker's, Bupati Inhu Balik Arah Tinjau Jalan Rusak Minta Pihak Inspektorat Audit Dana Desa

Sabtu, 11 Januari 2020 | 23:24 WIB
RIAUANTARA.CO | INHU, - Bupati Inhu Yopi Arianto hadir menyemarakkan 6th Anniversary (ulang tahun ke-6) Kracker Rengat Kab. Indragiri Hulu yang diselenggarakan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Rengat, Sabtu (11/1/2020).

Ratusan kracker dari Kota Rengat dan komunitas otomotif lainnya se-Sumatera memadati RTH Rengat, menyambut kedatangan Bupati Yopi bersama Ketua DPRD Syamsudin dan Anggota DPRD Daniel Eka Perdana, mengendarai motor trail dari lokasi acara Jl. A. Yani diiiringi puluhan Kracker's Kota Rengat dan sekitarnya.


Di tengah perjalanan, Bupati bersama Ketua dan Anggota DPRD Inhu putar arah meninggalkan kracker's yang sedang konfoi, 

Ternya Bupati bersama Ketua dan Anggota DPRD Inhu meninggalkan barisan konfoi menuju lokasi dimana adanya laporan masyarakat bahwa jalan menuju Desa Kampung Pulau Indragiri Hulu (Inhu) tidak bisa dilewati kendaraan bermotor akibat pembangunan box culvert yang tak kunjung selesai, Bupati Inhu H Yopi Arianto, SE bersama Ketua DPRD Syamsudin langsung turun ke lokasi, Sabtu (11/1/2020).

Box culvert tersebut sudah dibangun menggunakan dana desa sejak tahun 2013 silam, namun pihak desa tidak bisa menuntaskan pembangunan tersebut, padahal jalan ini merupakan akses jalan utama menuju Dusun Teluk Erong dan sekitarnya.

Bahkan menurut Bupati Inhu, pihaknya juga sudah sering mendapat laporan jika banyak pengendara motor terjatuh di lokasi jalan ini. Apalagi jika hujan, jalan licin dan berbahaya dilalui.

"Anehnya sebagai kepala daerah saya tidak pernah dapat laporan dari kepala desa tentang kondisi jalan ini. Nanti masyarakat taunya menyalahkan bupati. Mana mungkin saya mengetahui setiap sudut Inhu ini, tanpa laporan perangkat terkait, seperti kepala desa dan camat," kata Bupati.

Menurut Bupati Yopi di lokasi, ini sebenarnya hanya hal yang sepele jika pihak Desa bisa mengelola anggaran desa dengan baik, karena dana desa lumayan besar dikucurkan.

"Inilah akibatnya jika pihak Desa kurang bijak mengelola anggaran. Tidak mendahulukan kepentingan rakyat. Padahal jalan sangat vital, bukan hanya untuk lalu lintas juga untuk menunjang perekonomian masyarakat," kata Bupati Inhu.

Bupati yang juga ikut didampingi Ketua Fraksi Golkar DPRD Inhu Daniel Eka Perdana mengatakan, jika memang pihak Desa tidak bisa melaksanakan pembangunan dengan baik, maka Pemkab Inhu akan mengambil alih pembangunan di Desa tersebut.

"Tentu ini bisa terjadi jika DPRD Inhu mendukung," kata Bupati Yopi.

Mirisnya lagi kata Yopi, di Desa Kampung Pulau berdomisili salah seorang anggota DPRD Inhu dari fraksi PDIP yaitu Raja Dahlan. Artinya, sebagai wakil rakyat harusnya lebih peka terhadap kepentingan rakyat.

Karena itu kata Bupati, pihaknya meminta OPD terkait serius menindak lanjuti masalah ini hingga tuntas, karena kepentingan rakyat terabaikan.

"Inspektorat harus mengetahui kondisi ini, harus audit dana desa Kampung Pulau, kemana saja dana desa itu dimanfaatkan," ujar Yopi.

Bupati juga minta agar DPRD memanggil pihak terkait, mulai kepala desa hingga camat untuk hearing, agar jelas apa sebenarnya yang menjadi sebab pembangunan box culvert itu tak kunjung tuntas.

"Kita uji juga nyali dan taring DPRD Inhu, apakah DPRD Inhu benar berpihak kepada kepentingan rakyat dan berani menggelar hearing terkait masalah ini," ucap Bupati Yopi.

Sementara itu Ketua DPRD Inhu, Syamsudin, juga menyayangkan hasil pembangunan dari dana desa yang hasilnya justru tidak bisa dimanfaatkan masyarakat.

"Kita akan agendakan hearing dengan pihak Desa dan Kecamatan serta pihak terkait lainnya dalam waktu dekat," kata Syamsudin.***/zie
Bagikan:

Komentar