|
Menu Close Menu

Agar Libur Siswa di Inhu Maksimal Antisipasi Corona, Semua Pihak Harus Lakukan Sosialisasi

Sabtu, 21 Maret 2020 | 21:43 WIB
RIAUANTARA.CO | INHU ,- Agar libur seluruh pelajar untuk mengantisipasi penyebaran virus corona bisa maksimal,  diminta semua pihak ikut berperan aktif melakukan himbauan, baik melalui spanduk atau sosalisasi langsung tentang pencegahan virus corona atau covid-19.

Hal ini agar tidak terjadi anak-anak   main ke warnet, nongkrong di pinggir jalan. Karena peristiwa miris baru saja terjadi di Air Molek, Pasir Penyu, Inhu, Jumat (21/3/2020) dimana empat orang anak hanyut di sungai Indragiri saat mereka pergi berenang mengisi hari libur.

"Meski libur anak-anak ini tetap harus diawasi, jangan malah mereka keluyuran hingga terjadi peristiwa tenggelamnya 4 anak di Sungai Indragiri," kata Haryadi Sanjaya, warga Air Molek.

Menanggapi hal ini anggota DPRD Inhu dari Fraksi PKS, Muhammad Syafat mengatakan, libur ini libur nasional dan atas intruksi Presiden Jokowi. Libur ini bukan pula  karena anggota DPRD Inhu mendesak, terus diliburkan.

"Dalam telegram Gubenur ke Sekda dan Bupati dijelaskan, libur ini atas instruksi pak Presiden," kata Syafaat.

Soal tragedi tenggelamnya 4 anak di Air Molek menurut Syafaat terjadi tidak di jam sekolah, karena tragedi tersebut terjadi pukul 15.30 WIB dan sudah tidak jam sekolah lagi. 

"Tanpa libur pun kadang ada insiden, seperti kecelakan dan lainnya,  begitu juga kadang di hari sekolah pun ada anak-anak di warnet bahkan menggunakan baju sekolah,"  terang Muhammad Syafat.

Soal himbauan atau sosalisasi kepada masyarakat, menurut Syafaat, itu adalah tugasnya eksekutif, karena yang memegang anggaran adalah eksekutif, dan itu kewajiban Dinas Kesehatan Inhu untuk melakukan himbauan dan sosialusasi.

Syafaat juga mengatakan, anggota DPRD Inhu dirinya peduli dengan peritiwa-peristiwa yang terjadi di Inhu. Demikian juga peristiwa tenggelamnya 4 anak tersebut. Karena itu, begitu mendengar kabar ada anak yang tenggelam, dua anggota DPRD Inhu, Adila Ansori dan Hadit Triyas Pernanda langsung turun ke lokasi  

"Saya sama Pak Bayu sedang berada di kantor DPRD, lalu ditelpon oleh salah satu warga yang minta nomor BPBD, karena ingin minta tolong mencari anak   yang tenggelam, kamipun langsung ke kantor BPBD untuk minta pertolongan ," kata Syafaat.

"Saya dengan pak Bayu sampai di TKP sekitar pukul 17.00 wib. Titik pertama yang saya kunjungi belakang pasar, yang kedua dekat jembatan sampai azan Magrib. Hari ini saya ikut takziah dan ikut ke pemakaman. Setelah itu kembali ikut mencari anak yang masih belum ditemukan," ujar Syafaat.

Sedangkan Mantan anggota DPRD Inhu, Arifuddin Alhalik mengatakan, kebijakan pemerintah kabupaten Inhu meliburkan anak sekolah karena virus covid 19 itu kebijakan yang baik dan juga datang dari pemerintah pusat.

Sekedar untuk diketahui Kapolres Inhu AKBP Efrizal SIK melalui Ps Paur Humas Aipda Misran saat dikonfirmasi mengatakan bahwa peristiwa tersebut berawal sekira Pukul 14.30 Wib, dimana tiga orang saksi, Riki (16), Raja Ismail (16), Zali (15) beserta empat lainnya yakni Farel, Adit, Agil, Gaza.

Mereka berkumpul di Wonorejo Kampung Teleng, mereka berencana akan bermain bola kaki di Pasiran Pinggir Sungai Indragiri belakang pasar Air Molek Kelurahan Air Molek 1. Setelah sampai di Pasiran, Farel, Adit, Agil, Gaza masuk ke Sungai Indragiri untuk mandi dan berenang.
**/HR
Bagikan:

Komentar