|
Menu Close Menu

Gubri Paparkan Langkah Penting Pencegahan Karhutla

Senin, 09 Maret 2020 | 16:16 WIB

RIAUANTARA.CO | Pekanbaru, Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar dalam acara Pertemuan dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjend TNI Doni Monardo memaparkan beberapa langakah penting yang sudah dilakukan Provinsi Riau untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah tersebut yaitu Pendirian Posko Relawan Karhutla oleh Polda Riau yang diresmikan 30 Januari 2020 lalu.

"Selanjutnya kami juga telah mengambil langkah penetapan Status Siaga Darurat Bencana Karhutal yang telah ditetapkan sejak 11 Februari sampai 31 Oktober 2020," lanjut Gubri di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur Riau, Senin (9/3/2020).

Langkah berikutnya yaitu membentuk aplikasi pendeteksi titik api oleh Polda Riau, Dashboard Lancang Kuning Provinsi Riau yang baru saja diresmikan 9 Maret 2020 pagi.

"Dasboard Lancang Kuning Provinsi Riau telah diresmikan tadi pagi. Ini cakupannya tidak lagi Riau. Tapi sudah Nusantara," terangnya.

Dilanjutkan Gubri, langkah selanjutnya adalah pembentukan tapak Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di setiap kabupaten/kota yang sering terjadi karhutla.

Diakui Gubri, akhir pekan kemarin pihaknya telah melaksanakan rapat bersama Sekjen Kementerian Lingkungan hidup dan Kehutanan, yang akan bekerjasama dalam membentuk tapak-tapak KPH di sejumlah titik lokasi yang sering terjadi karhutla.

"Tapak-tapak KPH ini dibangun di wilayah perbatasan, seperti Bengkalis, Rupat, Dumai, Pulau Rangsang (Kepulauan Meranti)," ujarnya.

Kepada bupati dan walikota, Gubri Syamsuar minta untuk bersama-sama bersinergi menjalankan tapak KPH demi percepatan pananggulangan karhutla.

Dengan memaparkan langkah penting yang telah disampaikannya, Gubri Syamsuar berharap tidak ada lagi kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Bumi Melayu Lancang Kuning.

Hadir dalam pertemuan itu Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution, Asisten I Setdaprov Riau Ahmad Syah Harrifie, Kepala BPBD Provinsi Riau Edwar Sanger, Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Marzuki, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

(advertorial)
Bagikan:

Komentar