|
Menu Close Menu

Ini Penjelasan Dua Kadis Kota Pekanbaru Terkait Kedatangan TKI di Rusunawa

Senin, 30 Maret 2020 | 22:06 WIB
RIAUANTARA.CO | PEKANBARU ,- Dengan Adanya protes dari warga terhadap kedatangan TKI yang akan segera ditempatkan di Rusunawa kelurahan Bambu Kuning kecamatan Tenayan Raya, Plt. Kadiskes Pekanbaru bersama Kadishub Pekanbaru memberikan penjelasan kepada wartawan.


Plt Kadiskes Kota Pekanbaru, M.Amin M.Si memberikan klarifikasi terkait kedatangan TKI ber KTP Pekanbaru dari Dumai tersebut.

Dikatakan M Amin, para TKI itu bukan positif virus covid-19, tetapi mereka hanya dipantau pihak Dinas selama 14 hari, karena mereka datang dari Malaysia dan tiba di Pekanbaru.

"Jadi kita antisipasi saja," kata Plt Kadiskes Pekanbaru kepada wartawan Senin (30/03/20).

Tetapi lanjutnya, TKI ini tinggal di Pekanbaru, pemerintah hanya berupaya melakukan yang terbaik bagi masyarakat, agar selalu waspada terhadap orang yang baru datang dari luar Pekanbaru, terutama dari luar Negeri.

"Jadi masyarakat jangan langsung berpikiran negatif, mereka ini hanya dalam pengawasan saja, dan yang terkena saja bisa sembuh apa kagi hanya ODP atau PDP," terangnya.

Dari keterangan Kepala Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Yuliarso, di lokasi Rusunawa Kelurahan Bambu Kuning Kecamatan Tenayanraya akan ada warga Pekanbaru yaitu TKI dari Malaysia yang saat ini masih berada di Dumai dan akan dilakukan isolasi di Rusunawa.

"Benar ada warga kita TKI yang akan kembali ke Pekanbaru dari Dumai, Insyaallah sore ini akan kita berangkatkan ke Pekanbaru, dan warga kita akan tiba di Pekanbaru sekitar pukul 23:00 wib" ujarnya.

Disinggung berapa orang TKI yang akan diisolasi, Kadishub Pekanbaru Yuliarso menjelaskan bahwa TKI yang akan tinggal di Rusunawa sekitar lima orang.

Ditambahkan Yuliarso bahwa ini dilakukan hanya sekedar antisipasi selama 14 hari saja, kalau dari 14 hari itu keadaan mereka baik dan sehat mereka berarti klir dari virus covid-19 dan nantinya mereka akan disesuaikan dengan protokol kesehatan selanjutnya.

Disinggung terkait penjemputan para TKI menggunakan berapa unit armada, menurutnya tetap mengedepankan pihak protokol kesehatan.

"Kalau mereka mengatakan kepada kami satu unit armada hanya tiga orang ya kita akan patuhi itu dan kita akan menambah armada lagi, " jelasnya.**Mad
Bagikan:

Komentar