|
Menu Close Menu

Bupati Siak Hilangkan Semua Tradisi Menyambut Ramadhan

Rabu, 29 April 2020 | 20:52 WIB


RIAUANTARA.CO | Siak,_ Bupati Siak Sri Indrapuram Alfedri menghilangkan semua tradisi menyambut Bulan Ramadan. Termasuk tradisi ziarah kubur yang selalu ramai setiap jelang Bulan Ramadan.

Pantauan di sejumlah tempat pemakaman umum tetap lengang. Biasanya menjelang Ramadan, banyak peziarah datang dan berdoa di makam keluarga. Selanjutnya, kegiatan halal bihalal atau berdoa bersama dalam jumlah masyarakat yang ramai juga tidak ada.

“Kami yang biasa berjualan bunga menjelang ramadan ini, sekarang tidak lagi. Karena peziarah sudah bawa bunga sendiri dari rumah dan rata-rata mereka ziarah setelah salat subuh karena takut ramai dan dibubarkan Satpol PP,” kata Leni warga sekitar TPU di Kampung Rempak, Kamis (23/4/2020) yang lalu.

Di tempat terpisah, Bupati Siak juga menyebutkan dengan kondisi saat ini, tradisi menyambut dan selama ramadan memang ditiadakan. Sebab, masyarakat harus membantu untuk memutus mata rantai penyebaran wabah virus Corona bencana non alam ini.

“Tradisi itukan bukan suatu kewajiban, dapat ditunda dulu atau tidak dilaksanakan sama sekali. Tetapi yang namanya ibadah puasa tetap wajib dilaksanakan dan ibadah lainnya selama Ramadan tetap dilaksanakan,” kata Bupati Siak, Alfedri lagi.

Ia menjelaskan, ibadah selama ramadan ini dapat dilakukan di rumah saja. Seperti salah tarawih dan salat 5 waktu. Tidak ada lagi yang namanya pasar ramadan, berbuka bersama serta safari ramadan yang biasa dilakukan jajaran Pemkab Siak.

“Untuk yang mau berjualan perbukaan puasa bisa di depan jalan rumah masing-masing. Itu pun juga penjual atau pembeli harus sesuai protokol kesehatan, sediakan pencuci tangan, gunakan masker dan lain sebagainya,” ujar Alfedri lagi yang mengaku sebelumnya menggelar zikir bersama melalui video conference dengan Forkompinda di Siak.
(red/inf)
Bagikan:

Komentar