|
Menu Close Menu

Salurkan BLT-DD, Bupati Ingin Pastikan Penerima Bantuan Tepat Sasaran

Minggu, 17 Mei 2020 | 21:55 WIB
RIAUANTARA.CO | INHU, – Bupati Indragiri Hulu (Inhu); Riau, H Yopi Arianto SE memantau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) kepada warga yang terdampak Covid-19. Kali ini Bupati memantau penyaluran bantuan BLT di desa Sukajadi Kecamatan Lirik, 

“Hari Jumat (15/5/2020) kemarin kita berada di Desa Sukajadi, desa yang ketiga menyalurkan BLT DD. Kita turun langsung tidak lain motivasi, kami hanya untuk memastiakn bahwa penerima bantuan ini betul-betul tepat sasaran, ” kata Bupati.

Blusukan ini juga guna memastikan bantuan tepat sasaran serta menyerap informasi lansung di lapangan, terkait kemungkinan adanya warga terdampak Covid-19 yang belum menerima bantuan dari pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Yopi juga menyampaikan terima kasih kepada kepala desa bersama BPD, RT/RW, dan Kepala Dusun yang telah melaksanakan petunjuk Presiden, Menteri dan pemerintah daerah dalam merealisasikan BLT-DD.

Dijelaskan Bupati, dana desa yang sudah masuk dalam APBDes, dimana program yang ditetapkan tahun ini untuk pembangunan desa akhirnya diadakan refocusing dan realokasi anggaran yang sebagian digunakan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu.

“Adapun nilainya per kepala keluarga Rp. 600 ribu yang disalurkan selama tiga bulan berturut-turut.

“Kehadiran kita semua untuk memastikan BLT dana desa tersalurkan dengan baik sesuai jumlah yang telah ditetapkan yaitu 600 ribu rupiah tanpa ada potongan sesuai dengan syarat dan peraturan yang ada,” tutupnya.

Sementara itu, Kades Sukajadi, Jefi Setiahadi menyampaikan, Untuk BLT DD sebanyak 69 KK, dari Kemensos sebanyak 89 KK itu ambilnya di kantor pos dan yang usulan ke Dinsos sebanyak 19 KK. 

Dan pengambilan bantuan BLT dari Kemensos yang ambil di kantor pos tanggal 20 Mei 2020,"terang Kades.

Nama-nama masyarakat penerima bantuan Bansos pandemi Covid-19, baik itu BLT DD, BLT Kemensos, PKH dan lainnya kita buatkan baleho, jadi tidak susah-susah lagi masyarakat melihatnya.

Dan bagi masyarakat yang belum terdata bisa langsung lapor ke RT, Kadus atau langsung ke kantor Desa, Ini kita lakukan agar tidak terjadi timpa tindih dalam pembagian bansos tersebut.**(Adv/Rido)
Bagikan:

Komentar