|
Menu Close Menu

Prihal Izin Penggunaan Kapal Ternak Cemara, BUMP Surati Kemenhub

Senin, 22 Juni 2020 | 19:31 WIB

jakarta, riauantara.co | Guna memenuhi kebutuhan daging sapi di Provinsi Riau, Sekretariat Nasional Badan Usaha Milik Petani (BUMP) surati Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI.

Surat dengan Nomor : 02/SeknasBUMP/V/202O, ditujukan langsung kepada Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, prihal izin penggunaan kapal ternak cemara.


"Kami mohon bisa memperoleh izin menggunakan atau menyewa kapal ternak Cemara 1 atau dengan Cemara yang lainnya, untuk mengangkut ternak sapi potong jantan jenis bali, dari Pelabuhan Tenau Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur  ke Pelabuhan Dumai Provinsi Riau," ujar Ketua Seknas BUMP Indonesia, Dr. S. Edi Waluyo MM kepada media, Senin (22/6/2020).

Dikatakan Edi, sebanyak 500-550 ekor sapi yang dimiliki oleh BUMP di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), segera diangkut ke Dumai, Provinsi Riau.

"Adapun waktu pengangkutan direncanakan minggu ke 4 (empat) pada tanggal 24 Juni 2020, " kata Edi.

Dia berharap melalui dukungan Kemenhub dengan pemberian izin penggunaan Kapal Ternak di tahap awal ini, selanjutnya akan menjadi izin reguler untuk setiap 3 bulan sekali, dan selanjutnya semoga dapat dua bulan sekali, dengan rute Pelabuhan Tenau Kupang ke pelabuhan Dumai  Provinisi Riau.

"Kami juga akan berusaha mengisi rute pulang maupun kembali dari Pelabuhan Dumai ke Pelabuhan Tenau Kupang, dengan mengangkut bahan baku pakan ternak yang sangat dibutuhkan para peternak kami di Kupang NTT," jelasnya.

Dikatakan, dukungan pemberian ijin rute baru ini akan menambah rute Toll laut sebagaimana yang dicita citakan
Presiden Jokowi, dan bermanfaat dalam sistem logistik pangan, khususnya ketersediaan sapi potong lokal.

"Selanjutnya mohon arahan dan saran Bapak Menteri Perhubungan guna memperoleh izin penggunaan kapal ternak Cemara yang kami maksud, "imbuhnya.

Menurut dia, kegiatan ini bisa membangkitkan ekonomi kerakyatan, gotong royong berbasis BUMP.

" Kita juga berharap dukungan Dinas Peternakan Provinsi Riau, Dinas Perhubungan Riau, bersama untuk mensukseskan gerakan ekonomi kerakyatan ini," jelasnya.

Edi juga berharap  pengiriman sapi dari NTT ini, bisa sampai Pelabuhan Dumai - Riau paling lambat tgl 10 Juli 2020, sehingga diprediksi Kapal Tol Laut berangkat dari Pelabuhan Tenau Kupang NTT paling lambat minggu pertama bulan Juli 2020 agar sapi sampai di Riau masih sempat didistribusikan ke beberapa Kabupaten dalam Provinsi Riau, dengan kondisi sapi sudah pulih kesehatannya.

Edi juga menambahkan, sapi yang datang dengan Tol laut ini sangat ditunggu oleh masyakakat yang ada di Riau karena ini satu satunya sumber yang langsung dari Kupang.

Dengan demikian  diharapkannya, kedepan kebutuhan dan perkembangan peternakan di Provinsi Riau bisa memperoleh  perkembangan lebih baik khususnya  ternak sapi di Riau  kedepannya.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau, Rahmad Setiyawan menambahkan, pihaknya akan membantu memfasilitasi kelengkapan dokumen pengiriman sapi-sapi tersebut.

"Misalnya dokumen kesehatan. Ini kan untuk memastikan sapi-sapi tersebut aman nantinya, " ujarnya.

Katanya lagi Dinas PKH Riau, sudah menyiapkan dokumen sapi tersebut yang nantinya akan dikirim dari NTT ke Riau menggunakan kapal ternak milik Kementerian Perhubungan.

" Sapi ini nantinya akan turun ke Pelabuhan di Dumai. Kerjasama untuk penyediaan sapi, karena  dari NTT ini terkenal mempunyai kualitas sapi bagus, dengan harga relatif murah,"jelasnya.

Rahmat Setiyawan menjelaskan, sapi tiba di Riau selanjutnya  langsung diterima pihak suplier dari Badan Usaha Milik Petani (BUMP) sebagai korporasi petani yang modern. ***SN.
Bagikan:

Komentar