|
Menu Close Menu

Bertambah 15 Kasus Pasien Positif COVID-19 di Riau

Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:31 WIB

Pekanbaru, riauantara.co | Juru Bicara Tim Penanganan Covid -19 di provinsi Riau, dr Indra Yovi menyampaikan pada hari ini Kamis (6/8/2020), terdapat penambahan 15 kasus positif di Provinsi Riau sehingga total kasus terkonfirmasi Covid-19 berjumlah 621.

"Total 621 kasus covid-19 di Provinsi Riau tersebar di semua kabupaten/kota," katanya saat Press Conference (Presscon) yang berlangsung di Gedung Balai Pauh Janggi.

Ia juga menyebutkan bahwa terdapat penambahan kasus sembuh sebanyak 12 orang, sehingga jumlah kasus sembuh di Provinsi Riau menjadi 360 orang.

"Sehingga saat ini masih ada kurang lebih 250 kasus yang masih dirawat dan diawasi di Provinsi Riau," sebutnya.

Selain itu, dr Yovi menuturkan ada perubahan revisi 5 yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan pada tanggal 13 Juli 2020, melalui revisi 5 tersebut Provinsi Riau mengikuti arahan dari keputusan pemerintah pusat tersebut.

"Kalau biasanya di Provinsi Riau semua pasien covid dirawat di rumah sakit baik bergejala ataupun tidak, sekarang pasien Covid 19 tidak bergejala dimungkinkan untuk melakukan isolasi mandiri," tuturnya.

Namun, dr Yovi melanjutkan tentunya ada persyaratan yang mutlak, isolasi mandiri di rumah itu harus dipastikan syaratnya terpenuhi dan diatur atau disupervisi oleh puskesmas terdekat dari rumah tersebut, jika dinyatakan layak untuk dilakukan isolasi mandiri, maka diperbolehkan.

"Tapi jika tidak, maka pasien tersebut harus diisolasi, sesuai disediakan pemerintah yang sifatnya bukan rumah sakit," pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa surat dari Gubernur Riau (Gubri) telah diberikan kepada seluruh kabupaten kota, agar pemerintah daerah untuk melakukan penyediaan tempat - tempat isolasi mandiri yang bukan rumah sakit.

"Bisa di balai latihan, gedung pemerintahan yang layak sehingga pasien positif covid-19 yang tidak bergejala bisa diisolasi sampai pasien akan sembuh," tuturnya.

Terakhir dr Indra Yovi mengatakan tentunya saja, pengawasan dan penanganannya pasien positif Covid 19 yang tanpa bergejala tersebut akan dilakukan oleh pihak puskesmas.

"Pengawasan akan tetap dilakukan karena jika tidak ingin terjadi penyebaran kasus positif Covid-19," tutupnya. 
(kom/cr)
Bagikan:

Komentar