|
Menu Close Menu

Tim Ekspedisi Penyelamatan Hutan Kepungan Sialang di Areal PT. Arara Abadi Akan Lapor ke Gakum LHK

Sabtu, 17 Oktober 2020 | 10:41 WIB

 


RIAUANTARA.CO | Pelalawan - Tim Ekspedisi Penyelamatan Hutan Kepungan Sialang mulai melalukan identifikasi terhadap tanaman hutan yang ada di dalam areal PT.Arara Abadi.


" Insya Allah dalam waktu dekat Tim ekspedisi segera akan melaporkan ke Gakum LHK atas perusakan anak sungai dan kepungan sialang. Kerja awal mulai dari kepungan sialang sulah dan sialang buluh ampai Desa Dundangan Kecamatan Pangkalan Kuras"


Hal ini dikatakan oleh Ketua tim Ekspedisi Baharudin,SH politisi Golkar yang juga anggota DPRD Pelalawan dikutip dari laman suaraaktual.co Jum'at (16/10/2020) siang tadi.


Menurutnya, jika laporan yang diterima luasan kepungan silang sulah 31 hektar lebih, sementara untuk kepungan Sialang Buluh Ampai luasannya 14 hektar.


" Kalau hasil identifikasi tim ekspedisi, saat ini luasan tidak lagi sampai seperti informasi yang di dapat. Kita pikir sudah  tergerus," jelasnya.


Sebut dia, kita priharin saja, jika tidak dilakukan hal  yang serius, kepungan sialang hanya jadi kenangan di masa yang akan datang.Memang pohon - pohon Sialang yang tinggi menjulang masih banyak tapi perlu perwatan dan pelestarian," ucapnya. 


Ditambahkannya, sungai di dundangan terutama di hulu juga terjadi kerusakan akibat aktifitas perusahaan.


" Kita berharap perusahaan lebih jeli, peka dan perhatian terhadap kondisi sungai maupun kepungan sialang. Perusahaan harus menghijaukan kembali hutan atau kepungan yang terputus akibat aktifitas perusahaan,"


Sebutnya, antara kepungan sialang dan HTI perusahaan harus dibuat hutan penyangga sehingga kelestarian tanaman hutan dan kepungan silang terus terjaga dan lestari," bebernya.


Atas kondisi ini, sambung Baharudin, pihaknya akan melaporkan ke Gakum LHK.


" Kita berharap Gakum LHK menindak lanjuti laporan tim ekspedisi guna kembali menjaga dan melestarikan sungai serta kepungan sialang yang masih tersisa di areal perusahaan," ucapnya. 


Baharudin juga meminta dukungan dari pengurus lembaga adat agar menyelamatkan hutan kepungan sialang yang tersisa.


" Baiknya Kita daftar sebagai hutan adat sehingga kita masih mewariskan kepada generasi berikut tentang hutan.Jika tidak  bergerak dari sekarang maka kedepannya hanya tinggal sebuah kenangan.Malang benar jika generasi kedepan hanya tau hutan akasia,ekaliftus dan sawit," tukasnya. 


Baharudin memastikan tim ekspedisi yang dipimpinnya akan terus melakukan ekspedisi dan identifikasi kepungan sialang dan sungai agar tidak terjadi kerusakan atau punah nantinya. 


" Tim Kita terdiri dari pemuda setempat,aktifis lingkungan dan lain - lain.Kita juga membangun koordinasi dan jaringan dengan seluruh para aktktifis lingkungan dan NGO untuk menyelamatkan kepungan sialang, hutan dan sungai," tutupnya.***

Bagikan:

Komentar