Mahasiswa KKN Integrasi Abdimas UR Lakukan Pembuatan Pakan Silase Ikan Rucah | RIAUANTARA.CO
|
Menu Close Menu

Mahasiswa KKN Integrasi Abdimas UR Lakukan Pembuatan Pakan Silase Ikan Rucah

Sabtu, 14 Agustus 2021 | 20:36 WIB


RIAUANTARA.CO | KAMPAR, - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau adalah perwujudan salah satu Dharma PerguruanTinggi yang tertuang dalam UU Republik Indonesia nomor 20 ayat 2 tentang penyelenggaraan pengabdian masyarakat.


Tim Pengabdian UNRI bersama Mahasiswa Kukerta Universitas Riau kali ini melakukan pengabdian di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar yang kegiatannya berupa Pembenihan Ikan Lele Mutiara. 


Dalam perawatan benih-benih Lele Mutiara ini, mahasiswa melakukan pembuatan pakan Silase Ikan Rucah yang mengandung gizi tinggi. Pakan ikan merupakan permasalahan utama dalam kegiatan usaha bisnis budidaya ikan.Hal ini dikarenakan kebutuhan biaya untuk pembelian pakan ikan menghabiskan 60-70% biaya operasional produksi.


Pakan Silase dibuat dengan menggunakan bagian bagian pada ikan yang tidak digunakan oleh manusia, seperti  eroan ikan atau bagian dalam perut ikan, sehingga lebih ekonomis. Oleh karena itu, mahasiswa Kukerta Universitas Riau melakukan pembuatan pakan ini, sekaligus mensosialisasikannya kepada masyarakat di Desa Pangkalan Baru.


Kegiatan ini diawali dengan penghalusan ikan rucah dengan alat seperti blender. Bubur ikan yang telah dihaluskan kemudian dicampur dengan Asam Formiat sebanyak 3% dari berat ikan, kemudian dimasukkan dalam wadah tertutup rapat selama 5 hari.


Wadah yang digunakan harus digoncang ±2 kali sehari untuk mencampurkan asam formiat dan bubur ikannya (Silase). Pada harike 6, bubur ikan ditambahkan larutan NaOH untuk mendapatkan  pH 7 (netral). selanjutnya dilakukan penjemuran bubur ikan Silase.


Bahan silase yang sudah kering kemudian dihaluskan kembali menjadi Tepung Silase. Pakan silase yang telah berbentuk tepung dicampur dengan pakan komersil dengan bantuan minyak goreng dan air hangat sebagai perekat.


Adapun takaran bahan adalah 30% pakan silase, 68% pakan komersil, dan 2% minyak goreng. Bahan yang telah tercampur rata langsung dibentuk sesuai dengan bukaan mulut ikan menggunakan mesin penggiling saat dalam kondisi lembab. Kemudian dijemur sampai benar-benar kering ( 2 hari).


Pakan siap digunakan pada ikan yang berusia minimal 1 bulan atau sesuai bukaan mulut ikan dan memiliki daya simpan 2 tahun. (Indah/Rls).

Bagikan:

Komentar

Iklan Bupati Rohil

Iklan Bupati Rohil