Gelar Konferensi Internasional, Univrab Siap Menuju Universitas Unggulan | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Gelar Konferensi Internasional, Univrab Siap Menuju Universitas Unggulan

Kamis, 30 November 2023 | 08:55 WIB




RIAUANTARA.CO |PEKANBARU, - Universitas Abdurrab (Univrab) dari waktu ke waktu terus meningkatkan kualitas lembaga pendidikan. Salah satu upaya tersebut dengan menggelar berbagai event edukatif seperti gelaran Konferensi Internasional.  


Kali ini Univrab menggelar kegiatan International Conference on Engineering, Health and Social Sciences (ICo-EHSS), pada Rabu (29/11/2023) di Susiana Tabrani Convention Hall, Jalan Bakti No 32 Pekanbaru. Sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri dihadirkan dalam kegiatan yang mengusung tema Rabbani Concept and It's Implementation in Engineering, Health and Social Sciences. 


Ada Prof. Dr. Anis Malik Thoha, Lc.MA, Ph.D (Universiti Islam Sultan Sharif Ali-Brunei Darussalam) dan Assoc. Prof. Dr. Noor Azah Binti Samsudin (Universiti Tun Hussein Onn Malaysia)

Sebagai keynote speaker.


Sementara sebagai keynote speaker ada Assoc. Prof. Dr. Muhammad Aziz (Institute of Innovative Research, Tokyo Institute of Technology- Jepang), Dr. Shamsul Kamal Bin Ahmad Khalid (Universiti Tun Hussein Onn Malaysia), dr. Tiara Marthias, M.Ph, Ph.D (Nossal Institute for Global Health The University of Melbourne-Australia), Dr. Ezak Fadzrin Bin Ahmad Shaubari (Universiti Tun Hussein Onn Malaysia) dan Dr. dr. Syamsul Bahri Riva’i, Sp.OG (Abdurrab University-indonesia).


Hadir juga Pembina Yayasan Abdurrab Dr.dr. Susiana Tabrani, M.Pd, Ketua Yayasan Abdurrab dr. Ivan Tabrani, M.Kes dan Rektor Univrab Prof. Susi Endrini, S.Si, M.Sc, PhD.


Pembina Yayasan Abdurrab Dr.dr. Susiana Tabrani, M.Pd mengatakan, digelarnya kegiatan konferensi internasional ini adalah bagian dari upaya Univrab menuju universitas unggul tahun 2035 nanti. Salah satu syarat yang harus dilakukan adalah menggelar konferensi internasional.


"Seperti yang kita lakukan hari ini, Rabu (29/11/2023). Ada 4 fakultas dan pembicara dari 5 negara. Ilmu yang ada di Abdurrab kita berikan kepada mereka dan sebaliknya mereka juga memberikannya ilmunya kepada kita, kita perlu berkolaborasi agar ilmu itu terus berkembang" jelasnya.


Univrab katanya mengambil nilai-nilai yang identik dengan Islam, yaitu Rabbani, Amanah dan Beradab (RAB), dimakanai kalau mau jadi dokter harus jadi dokter yang baik tidak melanggar perintah Allah SWT dan terikat dengan aturan syari'at.


"Kita berkomitmen menjadi orang baik, kita menciptakan mesin yang bisa mengambil kerja manusia, tapi orang yang mengoperasikan mesin ini harus baik tidak menyalahi peraturan, jadi mesin sifatnya hanya hanya membantu kerja manusia," imbuhnya.


Ternyata menurut Susiana, konsep ini menarik perhatian dari universitas di luar negeri, karena Univrab mendidik dokter menjadi dokter yang baik, menjalankan shalat lima waktu. Bahkan dosen-dosen ikut pengajian, tak boleh melenceng, boleh jadi apa saja, tetapi tetap harus dalam koridor rabbani, amanah dan beradab.


"Untuk menerapkan itu semua, maka kita perlu bekerja sama atau berkolaborasi dengan universitas lain, agar orang bisa lebih baik, lebih sejahtera dan derajatnya lebih tinggi karena ilmunya terus bertambah. Apalagi kita kita fokus untuk Melayu ini, karena kita serumpun, itulah yang bisa kita lakukan untuk menolong orang Riau ini. 


Sementara itu, Rektor Univrab Prof. Susi Endrini, S.Si, M.Sc, PhD menerangkan konferensi internasional sesuai tema kami konsep Rabbani, Amanah dab Beradab. "Kami hubungkan dengan apa saja keilmuan yang ada di Univrab, engineering, teknik, kesehatan, sosial, politik. Ada 6 pembicara dari 5 negara yang mengisi kegiatan kita hari ini," ujarnya.


Selain ini jadi syarat untuk menuju universitas unggul, rektor berharap melalui kegiatan ini peserta mendapatkan pengetahun implementasi konsep Rabbani, Amanah dan Beradab dalam ilmu kedokteran, sosial dan sains. Sehingga, masyarakat luas pun bisa mengambil manfaat dari kegiatan ini.


"Karena kita sedang bersiap khususnya kedokteran menuju unggul, makanya pembicaranya juga harus berlevel internasional, makanya ada dari Jepang, Australia, Brunei dan Malaysia," imbuhnya.


Adapun peserta ada dari internal dan juga eksternal, yang offline ada sekitar 300 orang sementara online ada sekitar 80 peserta.


"Besok akan ada workshop dengan kuliah umum, ada untuk siswa SMA, untuk guru dan juga dosen, dan itu parelel, nanti yang akan melatih teman-teman dari Malaysia," pungkasnya. (rid)

Bagikan:

Komentar