Elevasi Waduk Koto Panjang Naik Signifikan, PLTA Pastikan Operasional Masih Aman | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Elevasi Waduk Koto Panjang Naik Signifikan, PLTA Pastikan Operasional Masih Aman

Senin, 29 Desember 2025 | 13:23 WIB
Manajemen Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang menyampaikan pembaruan kondisi Waduk Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Riau, pada Senin (29/12/2025) pukul 07.00 WIB.
Kampar, riauantara.co | Manajemen Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang menyampaikan pembaruan kondisi Waduk Koto Panjang di Kabupaten Kampar, Riau, pada Senin (29/12/2025) pukul 07.00 WIB. Hasil pemantauan menunjukkan adanya kenaikan elevasi waduk dalam 24 jam terakhir, seiring meningkatnya debit air yang masuk.

Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, melalui Erikmon, mengungkapkan bahwa elevasi waduk saat ini tercatat berada pada posisi 79,14 meter di atas permukaan laut (mdpl).

"Berdasarkan pemantauan terakhir, elevasi Waduk Koto Panjang berada di angka 79,14 mdpl," jelas Erikmon.

Pada waktu yang sama, debit air masuk (inflow) ke waduk tercatat mencapai 595,06 meter kubik per detik (m³/s). Sementara itu, debit air keluar melalui turbin (outflow) berada di angka 229,56 m³/s.

Jika dibandingkan dengan kondisi sehari sebelumnya, Minggu (28/12/2025) pukul 07.00 WIB, elevasi waduk masih berada di level 77,99 mdpl. Dengan demikian, terjadi kenaikan elevasi sebesar 1,15 mdpl dalam kurun waktu 24 jam.

Kenaikan juga terlihat signifikan pada debit inflow yang meningkat sebesar 377,22 m³/s, dari sebelumnya 217,84 m³/s menjadi 595,06 m³/s. Adapun debit outflow turbin mengalami kenaikan relatif kecil, yakni sekitar 11,72 m³/s dibandingkan hari sebelumnya.

Meski demikian, Erikmon memastikan kondisi Waduk Koto Panjang masih berada dalam batas aman. Elevasi waduk belum mencapai ambang batas pembukaan pintu pelimpah atau spillway.

"Elevasi saat ini masih jauh di bawah batas 83,00 mdpl, dan debit inflow juga belum menyentuh angka 1.000 m³/s. Artinya, operasional waduk masih berjalan normal dan terkendali," tegasnya.

Terkait pengoperasian spillway, pihak PLTA menjelaskan bahwa pembukaan pintu pelimpah hanya dilakukan dalam kondisi tertentu. Spillway akan dibuka apabila elevasi waduk melampaui 83,00 mdpl dan debit inflow mencapai atau melebihi 1.000 m³/s.

Selain itu, pembukaan spillway juga dapat dilakukan melalui mekanisme early release atau pelepasan dini, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi lonjakan debit air yang diprediksi masuk ke waduk.

"Perhitungan early release dilakukan berdasarkan prediksi curah hujan dari BMKG serta posisi elevasi waduk terhadap kurva Rencana Tahunan Operasi Waduk (RTOW)," ungkap Erikmon.

Pembukaan spillway juga dimungkinkan apabila pembangkit tidak dapat beroperasi secara optimal, baik akibat gangguan peralatan listrik maupun ketika elevasi waduk berada pada atau di bawah 73,50 mdpl.

Manajemen PLTA Koto Panjang menegaskan bahwa pemantauan kondisi waduk terus dilakukan secara rutin. Informasi terbaru akan disampaikan kepada masyarakat secara berkala sesuai dengan perkembangan di lapangan.
Bagikan:

Komentar