![]() |
| Manajemen PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar kembali merilis laporan terbaru kondisi Waduk Koto Panjang per Selasa, 20 Januari 2026. |
Kampar, riauantara.co | Manajemen PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar kembali merilis laporan terbaru kondisi Waduk Koto Panjang per Selasa, 20 Januari 2026, pukul 07.00 WIB. Hasil pemantauan menunjukkan tren penurunan permukaan air yang masih terus berlangsung.
Elevasi waduk saat ini tercatat berada di posisi 80,47 meter di atas permukaan laut (mdpl). Angka tersebut mengalami penurunan sekitar 27 sentimeter dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di level 80,74 mdpl.
Bahkan jika dihitung dalam rentang satu pekan terakhir, penyusutan elevasi tergolong signifikan. Terhitung sejak 13 Januari 2026, permukaan Waduk Koto Panjang telah turun hingga 1,02 meter dari posisi awal 81,49 mdpl.
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa berdasarkan data operasional, debit air yang masuk ke waduk atau inflow tercatat sebesar 153,95 meter kubik per detik (m³/s).
"Sementara debit air yang keluar melalui turbin atau outflow mencapai 320,86 meter kubik per detik," ujar Dhani.
Sebagai informasi, manajemen PLTA Koto Panjang sebelumnya telah melakukan pembukaan pintu pelimpah atau spillway gate sejak Selasa, 30 Desember 2025, pukul 10.00 WIB. Kebijakan tersebut diambil melalui mekanisme early release setelah mendapatkan persetujuan Tim Koordinasi Pengoperasian Bendungan dan mengacu pada prosedur operasional yang berlaku.
Pada tahap awal, dua pintu spillway dibuka dengan tinggi masing-masing 50 sentimeter. Berdasarkan perhitungan teknis, bukaan tersebut menghasilkan debit buangan sekitar 134 m³/s. Dengan demikian, total debit keluar waduk merupakan kombinasi antara aliran melalui turbin dan spillway.
Dhani menjelaskan, langkah early release dilakukan sebagai bagian dari strategi pengendalian elevasi waduk. Hal ini mempertimbangkan kondisi operasional PLTA Koto Panjang yang saat ini hanya dapat mengoperasikan dua unit pembangkit, sehingga kapasitas pembuangan air melalui turbin belum optimal.
"Pemantauan kondisi waduk dan debit aliran Sungai Kampar terus kami lakukan secara intensif, menyesuaikan dengan dinamika inflow dan elevasi waduk," jelasnya.
Manajemen PLTA Koto Panjang kembali mengingatkan masyarakat yang bermukim di wilayah hilir waduk serta sepanjang aliran Sungai Kampar agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diminta berhati-hati dalam beraktivitas dan selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh pihak PLTA maupun instansi terkait.
Pemantauan kondisi waduk akan terus dilakukan secara berkala, dan setiap perkembangan terbaru akan disampaikan sesuai dengan situasi di lapangan.


Komentar