Desa Kelapapati Hadirkan Spot Pancing Ramah Lingkungan, Dukung Hobi Warga dan Pelestarian Pesisir | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Desa Kelapapati Hadirkan Spot Pancing Ramah Lingkungan, Dukung Hobi Warga dan Pelestarian Pesisir

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:10 WIB
Desa Kelapapati kini resmi memiliki fasilitas spot pancing yang dirancang khusus untuk menunjang aktivitas pemancing lokal sekaligus mendukung upaya pelestarian ekosistem pesisir.
Bengkalis, riauantara.co | Desa Kelapapati kini resmi memiliki fasilitas spot pancing yang dirancang khusus untuk menunjang aktivitas pemancing lokal sekaligus mendukung upaya pelestarian ekosistem pesisir. 

Fasilitas ini dilengkapi gazebo nyaman yang diberi nama Spot Pancing Bima Polbeng Paghet Seghagah, berlokasi di Jalan Kelapapati Laut atau kawasan Wisata Mangrove Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Keberadaan spot pancing ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini menyalurkan hobi memancing di tepi sungai dan kawasan pesisir dengan kondisi yang kurang aman dan tidak layak. Dengan fasilitas yang lebih tertata, pemancing kini memiliki ruang yang lebih nyaman dan minim risiko.

Pembina Mangrove Paghet Seghagah, Rio Fernandes, menjelaskan bahwa pembangunan spot pancing ini bertujuan mengurangi potensi bahaya yang kerap dihadapi pemancing, terutama di lokasi-lokasi berlubang dan rawan kecelakaan.

“Kami ingin para pemancing di Desa Kelapapati bisa menikmati hobinya dengan aman dan nyaman, tanpa harus menghadapi risiko memancing di area yang berbahaya. Di sisi lain, kawasan ini juga terintegrasi dengan upaya pelestarian mangrove Paghet Seghagah yang selama 15 tahun terakhir menunjukkan pemulihan ekosistem yang cukup menggembirakan," ujar Rio.

Ia mengakui, di beberapa titik masih terdapat erosi atau pengikisan tanah, namun kondisinya relatif ringan. Dampak abrasi lebih terlihat di bagian depan pantai yang memiliki elevasi lebih tinggi, terutama akibat kerusakan dinding penahan tanah di sejumlah lokasi.

Meski demikian, hasil rehabilitasi daratan yang dilakukan secara konsisten selama lebih dari satu dekade mulai menunjukkan perkembangan positif.

Proses sedimentasi alami membuat permukaan tanah semakin stabil dan merata, menjadi indikator membaiknya kualitas lingkungan serta keberhasilan pemulihan ekosistem mangrove di kawasan tersebut.
Bagikan:

Komentar