Elevasi Waduk Koto Panjang Turun, PLTA Terus Kendalikan Debit Air Sungai Kampar | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Elevasi Waduk Koto Panjang Turun, PLTA Terus Kendalikan Debit Air Sungai Kampar

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:55 WIB
PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, merilis laporan terbaru kondisi Waduk Koto Panjang pada Rabu pagi, 7 Januari 2026.
Kampar, riauantara.co | Manajemen PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, merilis laporan terbaru kondisi Waduk Koto Panjang pada Rabu pagi, 7 Januari 2026, pukul 07.00 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, ketinggian muka air waduk tercatat berada di level 80,36 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Angka tersebut menunjukkan penurunan dibandingkan sehari sebelumnya pada waktu yang sama, yakni 80,54 mdpl. Penurunan elevasi ini seiring dengan pengaturan debit air yang dilakukan pihak pengelola untuk menjaga stabilitas operasional waduk.

Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa pada periode pemantauan tersebut debit air masuk ke waduk (inflow) berada di angka 161 meter kubik per detik (m³/s). Sementara itu, debit air keluar melalui turbin pembangkit listrik (outflow) tercatat sebesar 330,97 m³/s.

Sebelumnya, manajemen PLTA Koto Panjang telah membuka pintu pelimpah atau spillway pada Selasa, 30 Desember 2025, sekitar pukul 10.00 WIB. Kebijakan tersebut diambil melalui mekanisme early release setelah melalui pembahasan Tim Koordinasi Pengoperasian Bendungan dan sesuai dengan ketentuan operasional yang berlaku.

Pada tahap awal, spillway dibuka pada dua pintu dengan masing-masing bukaan setinggi 50 sentimeter. Berdasarkan perhitungan buangan air, bukaan tersebut setara dengan debit spillway sekitar 134 m³/s. Dengan demikian, total debit air keluar dari waduk merupakan akumulasi antara aliran turbin dan spillway.

Dhani Irwansyah menambahkan, langkah early release dilakukan sebagai upaya pengendalian inflow, outflow, serta elevasi waduk. Hal ini mengingat saat ini PLTA Koto Panjang baru dapat dioperasikan dengan dua unit pembangkit, sehingga kapasitas pembuangan air melalui turbin belum optimal.

"Pemantauan kondisi waduk dan debit Sungai Kampar terus kami lakukan secara intensif, menyesuaikan dengan perubahan inflow dan elevasi air," ujarnya.

Manajemen PLTA Koto Panjang kembali mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah hilir waduk dan sepanjang aliran Sungai Kampar agar tetap waspada, berhati-hati dalam beraktivitas, serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh PLTA dan instansi terkait.

Pemantauan kondisi waduk akan terus dilakukan secara berkala, dan perkembangan terbaru akan disampaikan sesuai situasi di lapangan.
Bagikan:

Komentar