Ketua Umum IKAL Lemhannas Terpilih 2025–2030 Dudung Abdurachman Kunjungi Aceh, Tegaskan Pentingnya Persatuan Bangsa | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Ketua Umum IKAL Lemhannas Terpilih 2025–2030 Dudung Abdurachman Kunjungi Aceh, Tegaskan Pentingnya Persatuan Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 09:46 WIB

 


BANDA ACEH, RIAUANTARA.CO — Ketua Umum Ikatan Alumni Lemhannas (IKAL Lemhannas) Terpilih Periode 2025–2030, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., melakukan kunjungan ke Provinsi Aceh dan menghadiri kegiatan Ngopi Kebangsaan bersama DPD IKAL Aceh di Banda Aceh, Jumat (9/1/2026) kemarin.


Kunjungan tersebut menjadi momentum penting silaturahmi kebangsaan sekaligus penguatan peran strategis alumni Lemhannas dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.


Dalam forum yang dihadiri pengurus IKAL Aceh, Forkopimda, tokoh agama, akademisi, pelaku usaha, LSM, dan insan pers itu, Dudung yang juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Pertahanan Nasional berbincang panjang lebar mengenai tantangan pertahanan, stabilitas nasional, serta pentingnya kesadaran kolektif menjaga persatuan bangsa.


Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) tersebut menyampaikan apresiasi tinggi kepada DPD IKAL Aceh atas kontribusi nyata melalui kajian strategis, diskusi publik, penelitian, serta agenda rutin Ngopi Kebangsaan yang telah menjadi ikon IKAL Aceh di tingkat nasional.


“Saya menyampaikan terima kasih, rasa hormat, dan kebanggaan kepada DPD IKAL Aceh atas kerja dan ikhtiar melalui berbagai kegiatan, kajian, dan tentu saja Ngopi Kebangsaan. Semua ini dipersembahkan untuk Indonesia yang lebih maju, Aceh yang berkeadilan, dan masyarakat yang sejahtera,” ujar Dudung, alumnus Akademi Militer 1988.


Tekankan Ketahanan Bangsa di Tengah Perubahan Global


Sebagai Guru Besar Ilmu Manajemen Strategis di Sekolah Tinggi Hukum Militer, Dudung menegaskan bahwa dunia saat ini tengah bergerak cepat mencari bentuk dan tatanan baru. Oleh karena itu, seluruh elemen bangsa dituntut untuk aktif menjaga keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.


Ia juga menyoroti maraknya fenomena saling menghujat dan mendiskreditkan pimpinan serta pemerintah di ruang publik, yang dinilainya berpotensi memicu perpecahan jika tidak disikapi secara bijak.


“Kita tidak boleh berdiam diri. Keutuhan dan eksistensi bangsa harus terus dijaga. Pemahaman terhadap sejarah, tujuan nasional, dan cita-cita luhur bangsa menjadi kunci,” tegasnya.


Dudung menambahkan, nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, serta konsensus nasional harus terus dipegang teguh sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju dan berkeadilan.


Apresiasi Nasionalisme Masyarakat Aceh


Dalam kunjungannya ke Serambi Mekkah, Dudung juga mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat nasionalisme masyarakat Aceh. Ia optimistis Aceh akan terus berkembang di bawah kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem).


“Pengalaman pribadi saya, nasionalisme orang Aceh sangat kuat. Saya sudah lama mengenal Mualem. Insya Allah, di bawah kepemimpinannya, Aceh akan semakin maju dan rakyatnya semakin sejahtera,” ucapnya.


Rangkaian Kegiatan Sosial dan Kemanusiaan


Selain agenda Ngopi Kebangsaan, Ketua Umum IKAL Lemhannas Terpilih 2025–2030 itu juga melaksanakan serangkaian kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.


Dalam kunjungan tersebut, Dudung membawa bantuan kebutuhan dasar warga terdampak serta menyerahkan 100 unit Starling yang disalurkan secara simbolis di Pidie Jaya dan Langkahan, Aceh Utara, Kamis (8/1/2026). Ia juga melaksanakan salat Subuh berjamaah dan menyampaikan ceramah kebangsaan di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.


IKAL Aceh Dorong Rekomendasi Kebijakan


Ketua DPD IKAL Aceh, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, M.A., mengapresiasi kehadiran Jenderal Dudung beserta rombongan yang dinilainya membawa pesan persatuan, kepedulian sosial, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan.


Menurutnya, Ngopi Kebangsaan merupakan agenda rutin IKAL Aceh sebagai wujud kontribusi alumni Lemhannas dalam merespons persoalan kebangsaan dan kemasyarakatan.


“Kami berharap diskusi ini menghasilkan pokok-pokok pikiran dan solusi strategis yang dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Syahrizal.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah mewakili Forkopimda Aceh, jajaran pengurus dan alumni IKAL Aceh, unsur pemerintah daerah, tokoh agama, pelaku usaha, serta media massa.**

 (Editor: Rahmat H)

Bagikan:

Komentar