Pemprov Riau Siapkan Tim Khusus Optimalisasi PAD, Dorong Kemandirian Fiskal Daerah | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Pemprov Riau Siapkan Tim Khusus Optimalisasi PAD, Dorong Kemandirian Fiskal Daerah

Jumat, 09 Januari 2026 | 15:12 WIB
Rapat persiapan pembentukan Tim Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pekanbaru, riauantara.co | Pemerintah Provinsi Riau mulai mematangkan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah dengan menggelar rapat persiapan pembentukan Tim Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tim ini dirancang sebagai motor penggerak dalam mengelola dan menggali potensi pendapatan daerah secara lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Rapat persiapan tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Riau, Jumat (9/1/2025), dan dihadiri oleh perwakilan berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemprov Riau. Forum ini menjadi titik awal untuk menyatukan pandangan serta memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya meningkatkan kontribusi PAD bagi pembangunan daerah.

Sejumlah isu strategis turut dibahas dalam rapat tersebut, mulai dari pemetaan potensi sumber pendapatan yang masih bisa dioptimalkan, penguatan sistem pengawasan dan pendataan, hingga peningkatan kepatuhan dalam pengelolaan PAD.

Selain itu, dibicarakan pula skema kerja serta pembagian peran antar perangkat daerah yang nantinya tergabung dalam tim optimalisasi.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menegaskan bahwa optimalisasi PAD merupakan fondasi penting untuk memperkuat kemampuan keuangan daerah.

Menurutnya, daerah harus semakin mandiri dalam membiayai pembangunan, sehingga ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat dapat dikurangi secara bertahap.

"Optimalisasi PAD tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Dibutuhkan keseriusan, perencanaan yang matang, serta komitmen bersama dari seluruh perangkat daerah agar setiap potensi pendapatan bisa dikelola secara maksimal," ujarnya.

Ia menjelaskan, pembentukan Tim Optimalisasi PAD bertujuan untuk menyinergikan kebijakan dan langkah antar instansi, sekaligus mencegah tumpang tindih kewenangan. Dengan koordinasi yang solid, setiap sektor diharapkan mampu berkontribusi optimal sesuai dengan fungsi dan kewenangannya.

Syahrial Abdi juga menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dan koordinasi berkelanjutan dalam perencanaan peningkatan PAD.

Ia menilai, kebijakan yang disusun berbasis data valid akan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan daerah.

"Tim ini harus bekerja dengan data yang kuat dan analisis yang mendalam. Dengan perencanaan yang baik, optimalisasi PAD tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjadi penopang utama pembangunan daerah yang berkelanjutan," pungkasnya.
Bagikan:

Komentar