PKL Direlokasi, Pemkab Rohil Pastikan Usaha Pedagang Tetap Berjalan | riauantara.co
|
Menu Close Menu

PKL Direlokasi, Pemkab Rohil Pastikan Usaha Pedagang Tetap Berjalan

Kamis, 22 Januari 2026 | 15:11 WIB
operasi penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Kamis (22/01/26)
Bagansiapiapi, riauantara.co | Di balik operasi penertiban pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bagansiapiapi, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menegaskan komitmennya untuk tetap melindungi keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil. Penertiban yang digelar Kamis (22/1/2026) tersebut disertai dengan solusi relokasi agar para pedagang tetap dapat menjalankan usaha secara layak dan tertib.

Kepala Satpol PP Rohil Acil Rustianto menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak dimaksudkan untuk memutus mata pencaharian pedagang. Pemerintah hanya menata kembali lokasi berdagang agar sesuai dengan peruntukan ruang kota.

"Kami tidak melarang pedagang mencari nafkah. Mereka hanya diarahkan untuk berjualan di tempat yang telah disediakan, seperti Pasar Bintang dan Pasar Datuk Rubiah," jelasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah, Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Disperindagsar) Rohil telah menyiapkan lokasi relokasi yang representatif di Pasar Bintang, Jalan Bintang Hilir, Bagansiapiapi. Fasilitas pasar tersebut dilengkapi sarana dan prasarana yang dinilai memadai untuk mendukung aktivitas perdagangan.

"Kami pastikan lokasi relokasi siap digunakan. Pedagang tetap bisa berjualan dengan nyaman, aman, dan tidak melanggar aturan tata ruang," ujar Kepala Disperindagsar Rohil M. Fauzi.

Ia menambahkan, pemerintah tidak berhenti sampai pada relokasi. Disperindagsar akan terus melakukan pendampingan dan pemantauan agar pedagang dapat beradaptasi dengan baik di tempat baru, termasuk pengaturan lapak agar berjalan adil dan tertib.

Camat Bangko Aspri Mulya turut mengajak para pedagang dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keindahan Kota Bagansiapiapi yang memiliki nilai sejarah dan identitas budaya yang kuat.

"Kesadaran bersama sangat penting. Dengan kota yang tertata, aktivitas ekonomi bisa tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan," katanya.

Selama penertiban berlangsung, petugas gabungan bahkan terlihat membantu proses pemindahan lapak dan barang dagangan pedagang ke lokasi pasar dengan menggunakan armada milik pemerintah daerah. Pendekatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat karena menunjukkan sisi humanis pemerintah dalam menegakkan aturan.

Melalui penataan dan relokasi tersebut, Pemkab Rohil berharap tercipta pusat perdagangan yang lebih terkelola, kemacetan berkurang, dan roda perekonomian masyarakat tetap berputar secara tertib dan berkelanjutan di Kota Bagansiapiapi.
Bagikan:

Komentar