Plt Gubernur Riau Tekankan Prioritas Program dan Disiplin Anggaran di Awal 2026 | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Plt Gubernur Riau Tekankan Prioritas Program dan Disiplin Anggaran di Awal 2026

Senin, 05 Januari 2026 | 15:04 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto meminta pemprov bergerak fokus dalam menuntaskan sejumlah agenda strategis.
Pekanbaru, riauantara.co | Memasuki awal tahun 2026, Pemerintah Provinsi Riau diminta bergerak fokus dalam menuntaskan sejumlah agenda strategis. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diingatkan untuk bekerja disiplin, terarah, dan berpegang pada kesepakatan yang telah ditetapkan bersama.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan bahwa setiap program dan kegiatan yang dijalankan tahun ini harus diseleksi secara ketat berdasarkan tingkat urgensi serta kemampuan fiskal daerah. Ia menilai kondisi keuangan daerah yang masih dalam tahap pemulihan menuntut kebijakan yang cermat, realistis, dan penuh tanggung jawab.

"Untuk tahun 2026, saya meminta seluruh OPD fokus menyelesaikan kegiatan skala prioritas. Apa yang sudah disepakati bersama Pak Sekda, kepala OPD, dan inspektorat, itulah yang harus dikerjakan," ujar SF Hariyanto di Kantor Gubernur Riau, Senin (5/1/2026).

Ia menekankan bahwa kesepakatan yang telah dibuat tidak boleh berubah di tengah jalan. Konsistensi pelaksanaan program dinilai penting agar tidak memunculkan persoalan baru dalam pengelolaan anggaran.

Plt Gubernur juga mengingatkan agar kegiatan yang telah disetujui tidak kembali dibuka untuk proses lelang tambahan. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi memicu pembengkakan anggaran dan justru memperberat beban keuangan daerah.

"Kalau semua kegiatan sudah disepakati, jangan dibuka lagi untuk dilelang. Kalau itu terjadi, anggaran bisa kembali membengkak," tegasnya.

Dalam menghadapi tekanan fiskal, SF Hariyanto mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah mengedepankan kebersamaan dan kejujuran. Ia meyakini dua prinsip tersebut menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan defisit anggaran yang saat ini dihadapi.

"Dalam kondisi keprihatinan ini, kebersamaan dan kejujuran harus kita jaga. Insyaallah, tanpa kegaduhan, persoalan defisit bisa kita atasi bersama," ungkapnya.

Meski demikian, Plt Gubernur tetap optimistis terhadap target pendapatan daerah. Ia menyebutkan APBD Provinsi Riau tahun 2026 telah ditetapkan sebesar Rp8,3 triliun dan dinilai masih realistis untuk dicapai melalui kerja keras dan sinergi semua pihak.

Menurutnya, Pemprov Riau juga telah menjalin komunikasi dengan berbagai pihak ketiga, termasuk perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Riau, guna memastikan dukungan terhadap pencapaian target pendapatan tersebut.

"Target APBD kita 8,3 triliun. Insyaallah bisa tercapai karena kami sudah berkomunikasi dan bertemu dengan pihak ketiga seperti PHR dan lainnya," jelasnya.

Ia berharap kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah dan mitra strategis dapat mengoptimalkan potensi daerah secara profesional dan transparan.

"Kalau kita bekerja sungguh-sungguh, insyaallah hasilnya akan kita dapatkan," pungkas SF Hariyanto.
Bagikan:

Komentar