Video Anak Harimau Sumatera Gegerkan Warga Pelalawan, BBKSDA Riau Turunkan Tim Mitigasi | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Video Anak Harimau Sumatera Gegerkan Warga Pelalawan, BBKSDA Riau Turunkan Tim Mitigasi

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:58 WIB
Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bergerak cepat dengan menurunkan tim mitigasi ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengantisipasi potensi konflik satwa dengan manusia.
Pelalawan, riauantara.co | Sebuah video yang memperlihatkan kemunculan beberapa individu diduga anak harimau Sumatera menghebohkan jagat media sosial. Rekaman yang diambil warga itu disebut terjadi di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, dan viral pada Senin (19/1/2026).

Menanggapi video tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bergerak cepat dengan menurunkan tim mitigasi ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengantisipasi potensi konflik satwa dengan manusia.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, Selasa (20/1/2026), menjelaskan bahwa hasil identifikasi awal menunjukkan keberadaan harimau Sumatera tersebut berada di kawasan perbatasan hutan yang merupakan bagian dari jalur pergerakan alami satwa dilindungi itu.

"Lokasi kemunculan terpantau cukup dekat dengan permukiman warga, berkisar antara 200 hingga 300 meter," ujar Supartono.

Dari hasil pemantauan lapangan, tim BBKSDA Riau menemukan indikasi adanya lebih dari satu individu harimau. Bahkan, satwa tersebut diduga merupakan satu kelompok keluarga yang terdiri dari seekor induk dan beberapa anak harimau berusia sekitar empat hingga lima bulan.

"Pada usia itu, anak harimau masih sangat bergantung pada induknya karena masih dalam fase transisi penyapihan," jelasnya.

Saat ini, pemantauan intensif terus dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, pihak Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) terdekat, serta masyarakat setempat. Fokus utama penanganan diarahkan pada upaya penggiringan agar kawanan harimau kembali menjauh dari area permukiman dan masuk ke kawasan hutan yang lebih aman.

"Langkah penggiringan menjadi prioritas agar tidak terjadi interaksi langsung dengan warga," kata Supartono.

Selain tindakan teknis di lapangan, BBKSDA Riau juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Warga diimbau untuk tidak merekam maupun menyebarluaskan video penampakan harimau guna menghindari kepanikan dan penyebaran informasi yang tidak akurat.

Tim juga memberikan edukasi agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas pada pagi hari dan menjelang malam. Warga diminta menjaga hewan ternak dengan baik dan tidak membiarkannya berkeliaran di area terbuka yang dapat menarik perhatian harimau.

"Jika masyarakat melihat tanda-tanda keberadaan harimau, segera laporkan kepada petugas BBKSDA Riau agar bisa ditangani secara tepat," imbaunya.

Supartono menegaskan, seluruh upaya penanganan dilakukan dengan mengedepankan keselamatan manusia tanpa mengabaikan perlindungan terhadap harimau Sumatera sebagai satwa yang dilindungi.

"Tim akan tetap berada di lokasi sampai situasi benar-benar kondusif dan pergerakan satwa menjauh dari zona aktivitas warga," pungkasnya.
Bagikan:

Komentar