![]() |
| Ketua Pengurus Masjid Raya Senapelan Pekanbaru, H Juli Usman, menjelaskan bahwa Ramadan terbagi dalam tiga tahapan |
Pekanbaru, riauantara.co | Memasuki sepuluh hari pertama Ramadan, umat Islam berada pada fase yang dalam berbagai riwayat disebut sebagai masa turunnya rahmat. Periode ini diyakini sebagai waktu terbaik untuk memperkuat keikhlasan, memperbanyak ibadah, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ketua Pengurus Masjid Raya Senapelan Pekanbaru, H Juli Usman, menjelaskan bahwa Ramadan terbagi dalam tiga tahapan: sepuluh hari pertama sebagai fase rahmat, sepuluh hari kedua sebagai fase maghfirah (ampunan), dan sepuluh hari terakhir sebagai fase pembebasan dari api neraka.
"Kita bahas untuk 10 hari pertama di bulan Ramadan, yaitu kita diminta ketulusan dan keikhlasan dalam beribadah. Yang mana sering diartikan sebagai inilah momennya pintu rahmat terbuka," ujar H Juli Usman.
Ia menerangkan, pintu rahmat yang dimaksud merupakan simbol kasih sayang serta pengampunan Allah SWT bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam beribadah. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas amal selama periode ini.
Menurutnya, salat berjamaah di masjid, terutama salat fardu dan tarawih, menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Selain itu, sedekah juga memiliki nilai besar karena tidak hanya membuka pintu keberkahan, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
"Pintu rahmat itu merupakan pintu kasih sayang dan pengampunan daripada Allah SWT. Maka berbanyaklah ibadah, seperti salat berjamaah dan bersedekah," jelasnya.
Tak kalah penting, sepuluh hari pertama Ramadan juga menjadi momentum untuk semakin akrab dengan Alquran. Membaca, memahami, dan mengamalkan isinya diyakini mampu menghadirkan ketenangan batin dan kejernihan pikiran.
"Kemudian, isilah hari-hari ini dengan membaca Alquran. Jangan lupa juga perbanyak zikir, agar kita semakin tenang dan membantu mendamaikan pikiran," ungkapnya.
H Juli Usman juga mengingatkan bahwa doa yang dipanjatkan di bulan Ramadan pada dasarnya tidak berbeda dengan hari biasa. Namun, nilai spiritualnya menjadi lebih istimewa karena berada dalam bulan penuh berkah.
"Sebenarnya doa-doa di bulan Ramadan itu sama saja seperti pada hari biasa, kuncinya kita harus ikhlas dan yakin kepada Allah SWT. Apalagi ini berada di fase penuh rahmat, mari manfaatkan waktu untuk beramal sehingga kita dapat keberkahannya," tuturnya.


Komentar