![]() |
| Sebanyak 11 ekor gajah Sumatra mengamuk di area mes karyawan PT Arara Abadi, Desa Rantau Bertuah, Kabupaten Siak, Minggu (22/2/2026) pagi. (foto ilustrasi) |
Siak,_ Sebanyak 11 ekor gajah Sumatra mengamuk di area mes karyawan PT Arara Abadi, Desa Rantau Bertuah, Kabupaten Siak, Minggu (22/2/2026) pagi.
Amukan satwa liar tersebut mengakibatkan lima petak rumah karyawan rusak parah dan sejumlah sepeda motor hancur dipijak.
Kejadian berlangsung mendadak dan memicu kepanikan. Dalam rekaman video berdurasi 38 detik yang beredar di masyarakat, tampak para karyawan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri ketika kawanan gajah mendekati kompleks perumahan.
Terdengar suara seorang karyawan berteriak, "Pak Supri masih di dalam loh, bininya tak bisa keluar," menggambarkan situasi mencekam saat peristiwa itu terjadi.
Satu blok mes karyawan dilaporkan mengalami kerusakan paling berat. Dinding dan bagian bangunan roboh akibat dorongan dan pijakan gajah. Meski kerusakan material cukup signifikan, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Menanggapi kejadian itu, Bupati Siak, Afni Zulkifli, menyebut peristiwa tersebut sebagai peringatan serius terkait keseimbangan lingkungan.
"Alam sudah bereaksi sendiri. Gajah-gajah liar mungkin sudah sangat terganggu dengan aktivitas perusahaan di jalur lintas mereka," ujarnya.
Afni menilai, peristiwa ini menjadi sinyal kuat bahwa ruang hidup satwa liar semakin terdesak oleh aktivitas industri. Ia menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap batas ekologi antara kawasan hutan dan wilayah operasional perusahaan.
Pemerintah Kabupaten Siak, lanjutnya, akan segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk merumuskan langkah penanganan dan mitigasi. Tujuannya agar konflik antara manusia dan satwa liar tidak kembali terulang serta tercipta keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian habitat alami.


Komentar