Malam Pertama Ramadan 1447 H, Ratusan Umat Padati Masjid Raya Annur Pekanbaru | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Malam Pertama Ramadan 1447 H, Ratusan Umat Padati Masjid Raya Annur Pekanbaru

Kamis, 19 Februari 2026 | 05:55 WIB
pelaksanaan Salat Tarawih perdana 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Raya Annur, Rabu (18/2/2026).
Pekanbaru, riauantara.co | Nuansa religius dan ketenangan begitu terasa saat pelaksanaan Salat Tarawih perdana 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Raya Annur, Rabu (18/2/2026). Sejak selepas Magrib, ratusan jamaah mulai berdatangan untuk menunaikan ibadah di masjid yang menjadi ikon kebanggaan masyarakat Riau tersebut.

Rangkaian ibadah diawali dengan Salat Isya berjamaah yang dipimpin imam masjid. Setelah itu, jamaah melanjutkan dengan Salat Tarawih yang berlangsung tertib, lancar, dan sarat kekhusyukan. Setiap saf terisi penuh oleh umat Muslim yang ingin mengawali bulan suci dengan ibadah terbaik.

Antusiasme jamaah tampak jelas hingga akhir pelaksanaan ibadah. Malam pertama Ramadan ini menjadi momentum penuh makna bagi umat Islam, khususnya di Kota Pekanbaru, untuk memulai perjalanan spiritual selama sebulan ke depan.

Dalam tausiahnya, Zul Ikromi menyampaikan bahwa Ramadan adalah bulan yang dipenuhi rahmat, ampunan, serta limpahan keberkahan dari Allah SWT. Ia mengajak seluruh jamaah memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan perbaikan diri dan meningkatkan kualitas iman.

"Ramadan adalah madrasah kehidupan yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan dalam beribadah. Jika nilai-nilai ini terus kita pelihara setelah Ramadan, insyaAllah kita akan menjadi pribadi yang lebih baik," ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya memperbanyak membaca Alquran, meningkatkan sedekah, serta menjaga lisan dan perbuatan. Menurutnya, makna puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan diri dari segala hal yang dapat mengurangi nilai pahala.

Selain itu, ia mengingatkan jamaah agar terus mempererat silaturahmi dan menjaga persatuan di tengah masyarakat. Kebersamaan dalam ibadah, katanya, menjadi pondasi kuat untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis dan penuh kepedulian.

Menutup tausiahnya, ia berpesan agar setiap detik Ramadan dimanfaatkan sebaik mungkin.

"Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa membawa perubahan dalam diri kita. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadan di masa mendatang," pungkasnya.
Bagikan:

Komentar