![]() |
| Malam penuh keberkahan itu turut dihadiri Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM bersama Wakil Bupati H. Syafruddin Poti |
Malam penuh keberkahan itu turut dihadiri Bupati Rokan Hulu Anton, ST, MM bersama Wakil Bupati H. Syafruddin Poti. Kehadiran keduanya di tengah masyarakat menjadi simbol ajakan untuk kembali menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup di tengah tantangan zaman modern.
Dalam sambutannya, Bupati Anton menekankan bahwa derasnya perkembangan teknologi dan arus informasi saat ini kerap membawa masyarakat pada kebingungan moral. Menurutnya, Al-Quran menjadi pegangan utama yang tetap relevan sepanjang masa.
“Al-Quran bukan hanya untuk dibaca atau dilombakan. Di dalamnya ada nilai kejujuran, persaudaraan, hingga kepedulian sosial. Saat dunia menghadapi krisis moral, nilai-nilai Al-Quran harus menjadi penuntun agar kita tidak kehilangan arah,” ujar Anton di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Quran sejak dini. Menurutnya, generasi yang dekat dengan Al-Quran akan tumbuh tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan karakter yang kuat.
Kegiatan semakin khusyuk saat Guru Besar UIN SUSQA Riau, Prof. Dr. Muhammad Syaippudin, M.Ag, menyampaikan tausiah mengenai sejarah turunnya Al-Quran dan makna pentingnya dalam kehidupan umat Islam. Tausiah tersebut kemudian dilanjutkan dengan mengaji bersama yang menjadi tradisi religius masyarakat Rokan Hulu.
Tak sekadar seremoni keagamaan, malam Nuzulul Quran itu juga diwarnai aksi sosial nyata.
Bersama Kementerian Agama Rokan Hulu, Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan bantuan secara simbolis berupa 100 mushaf Al-Quran untuk Masjid Agung Islamic Center, santunan bagi 20 anak yatim melalui Baznas Rohul, serta bantuan khusus kepada para mubaligh dan mubalighah sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam syiar Islam.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Rohul, unsur Forkopimda, Sekda Rohul, para kepala OPD, Ketua Baznas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.
Kehadiran berbagai elemen itu mencerminkan semangat kebersamaan dalam membangun Rokan Hulu yang maju dengan fondasi spiritual yang kuat.
Melalui momentum Nuzulul Quran, masyarakat diajak untuk kembali menghidupkan budaya membaca dan mengamalkan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan sosial yang lebih luas.
Malam itu, Masjid Agung Islamic Center bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi saksi lahirnya semangat baru untuk menjadikan Al-Quran sebagai cahaya penuntun menuju Rokan Hulu yang damai, religius, dan penuh keberkahan.


Komentar