Polisi Petakan Titik Rawan Mudik Lebaran 2026 di Riau, Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Polisi Petakan Titik Rawan Mudik Lebaran 2026 di Riau, Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas Disiapkan

Sabtu, 07 Maret 2026 | 07:57 WIB
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau mulai mengambil langkah cepat untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026
Pekanbaru, riauantara.co | Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau mulai mengambil langkah cepat untuk memastikan kelancaran arus mudik Lebaran Idul Fitri 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memetakan sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas di berbagai jalur utama di Provinsi Riau.

Pemetaan tersebut mencakup jalur lintas barat, timur, tengah hingga rute menuju perbatasan Sumatera Utara. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan sekaligus untuk meningkatkan keselamatan masyarakat yang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik dalam jumlah besar.

Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, menjelaskan bahwa identifikasi titik rawan ini merupakan bagian dari strategi pengaturan lalu lintas yang telah disiapkan secara menyeluruh.

"Beberapa titik rawan sudah kami identifikasi, baik yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas. Karena itu kami menyiapkan langkah-langkah pengamanan serta rekayasa lalu lintas di jalur-jalur tersebut," ujar Jeki, Jumat (6/3/2026).

Untuk jalur lintas barat yang menghubungkan Pekanbaru dengan Sumatera Barat melalui Kabupaten Kampar, kepolisian memberikan perhatian khusus pada sejumlah titik seperti KM 17, KM 29, KM 82 hingga KM 98.

Selain kondisi geografis yang berpotensi memicu kecelakaan, kawasan tersebut juga kerap mengalami kemacetan akibat aktivitas pasar tumpah. Beberapa lokasi yang menjadi titik kepadatan antara lain Pasar Kuok, Pasar Danau Bingkuang, dan Pasar Kampar yang setiap hari dipadati aktivitas warga.

Sementara itu di jalur lintas timur yang mengarah ke Provinsi Jambi, sejumlah titik penting juga menjadi perhatian aparat. Wilayah Pelalawan, Indragiri Hulu hingga Indragiri Hilir tercatat memiliki beberapa lokasi rawan, seperti Desa Simpang Beringin, Kiyap Jaya hingga Keritang di KM 278.

Pengendara yang melintasi rute ini diimbau untuk lebih berhati-hati karena tingginya arus kendaraan logistik yang sering bercampur dengan kendaraan pemudik, sehingga meningkatkan potensi kecelakaan di sepanjang jalur tersebut.

Di jalur lintas tengah menuju Kuantan Singingi serta jalur utara menuju Sumatera Utara, tantangan utama yang dihadapi adalah keberadaan pasar tumpah dan kondisi infrastruktur jalan yang belum optimal. Kemacetan diperkirakan akan terjadi di Pasar Benai dan kawasan Pajak Lama Bagan Batu di Kabupaten Rokan Hilir.

Selain itu, sejumlah titik rawan kecelakaan juga ditemukan di KM 131 Muara Lembu serta beberapa ruas jalan di wilayah Balam yang saat ini masih mengalami kerusakan.

Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan lalu lintas tersebut, Ditlantas Polda Riau telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan. Di antaranya dengan meningkatkan patroli di jalur-jalur rawan, memasang rambu peringatan tambahan, spanduk imbauan keselamatan, serta menyiapkan jalur alternatif bagi pengendara.

"Kami juga menyiapkan pos pengamanan dan pos pelayanan, termasuk tempat istirahat bagi pengendara yang kelelahan agar perjalanan tetap lancar," tambah Jeki.

Di wilayah Kota Pekanbaru sendiri, kepolisian juga telah mendirikan dua pos pantau strategis untuk memantau arus kendaraan yang keluar masuk kota. Pos pertama berada di Simpang Tabek Gadang Panam yang mengawasi arus kendaraan menuju jalur barat.

Sementara pos kedua ditempatkan di Simpang Mal SKA untuk mengantisipasi potensi kemacetan di kawasan pusat perbelanjaan yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat menjelang hari raya.

Menutup keterangannya, Jeki mengingatkan para pemudik agar tidak hanya mengandalkan kesiapan petugas di lapangan, tetapi juga memastikan kondisi diri dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan.

"Jika merasa mengantuk atau lelah, silakan beristirahat di pos yang telah disediakan. Pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat," pungkas Jeki.
Bagikan:

Komentar