![]() |
| Ninik mamak bersama tokoh masyarakat Kenegerian Umbio mendesak pemerintah untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Pasar Rumbio yang telah terbengkalai selama tujuh tahun |
Kampar, riauantara.co | Ninik mamak bersama tokoh masyarakat Kenegerian Umbio mendesak pemerintah untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Pasar Rumbio yang telah terbengkalai selama tujuh tahun. Harapan tersebut mencuat dalam musyawarah yang digelar bertepatan dengan momen Halal bi Halal 1447 Hijriah di Masjid Jamik Kenegerian Umbio, Minggu (29/3/2026).
Dalam forum itu, Bustami HY yang juga mantan Sekda Bengkalis menegaskan bahwa proyek jembatan tersebut terhenti sejak pandemi Covid-19 melanda. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu mendorong kelanjutan pembangunan.
"Sejak pandemi Covid-19, pembangunan jembatan ini terhenti. Karena itu, kita perlu bergerak bersama, menyatukan persepsi agar pemerintah kembali melanjutkan proyek Jembatan Pasar Rumbio," ujarnya saat memandu musyawarah.
Pertemuan tersebut dihadiri berbagai tokoh penting, mulai dari akademisi, pejabat daerah, hingga ninik mamak dari seluruh persukuan di Kenegerian Umbio. Hadir di antaranya Prof. Munzir Hitami, Prof. Masadi, Dr Nurhamin, Datuk Kampar Dr (HC) Munasir, Ketua Komisi III DPRD Riau Edi Basri, Anggota DPRD Kampar Zulfan Azmi, Datuok Godang Kenegerian Umbio Edi Susanto, para camat, kepala desa, serta puluhan tokoh masyarakat lainnya.
Sebagai langkah konkret, musyawarah tersebut menyepakati pembentukan Tim Percepatan Pembangunan Jembatan Pasar Rumbio yang beranggotakan 13 orang dari berbagai latar belakang keilmuan. Datuk Kampar H. Munasir dipercaya sebagai ketua tim.
Munasir menegaskan pentingnya keberadaan jembatan tersebut bagi konektivitas wilayah.
"Jembatan ini sangat vital karena menghubungkan 12 desa di Kenegerian Umbio. Kami akan segera bergerak, dimulai dengan menghimpun dukungan masyarakat, lalu melakukan audiensi dengan Bupati Kampar, Gubernur Riau, hingga Kementerian PUPR," jelasnya.
Dalam musyawarah itu, sejumlah peserta juga menyampaikan pandangan kritis terkait ketimpangan pembangunan infrastruktur di wilayah mereka.
"Kami merasakan adanya ketimpangan pembangunan antara Kenegerian Umbio dengan wilayah lain. Hal ini membuat kami prihatin, mengapa daerah kami seolah kurang mendapat perhatian," ungkap Jayusman, mantan Kabid Dispora Riau.
Usai musyawarah, para ninik mamak dan tokoh masyarakat langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi tiang pancang jembatan yang hingga kini masih terbengkalai. Mereka berharap, langkah bersama yang telah disepakati dapat mempercepat realisasi pembangunan yang telah lama dinantikan masyarakat.


Komentar