CSR PDC Cetak Difabel Mandiri, Dari Pelatihan Hingga Peluang Usaha Nyata | riauantara.co
|
Menu Close Menu

CSR PDC Cetak Difabel Mandiri, Dari Pelatihan Hingga Peluang Usaha Nyata

Senin, 20 April 2026 | 10:34 WIB

 


Jakarta, riauantara.co – Upaya menciptakan kesetaraan bagi penyandang disabilitas di Indonesia terus diperkuat melalui berbagai program pemberdayaan. PT Patra Drilling Contractor menjadi salah satu perusahaan yang konsisten menghadirkan solusi nyata melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau CSR berbasis inklusivitas.


Di tengah tantangan stigma sosial dan keterbatasan akses yang masih dihadapi kalangan difabel, PDC mengambil langkah strategis dengan menghadirkan program yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga berorientasi pada kemandirian ekonomi dan keberlanjutan.


Corporate Secretary PDC, Ani Aryani, menegaskan bahwa seluruh program dirancang berdasarkan kajian sosial (social mapping) agar tepat sasaran dan berdampak jangka panjang.


“Fokus kami bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi menciptakan inklusi sosial, membuka akses, dan mendorong kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas,” ujarnya.


Dari SIM D hingga Pelatihan Keterampilan

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program konkret. Pada 2023, PDC menginisiasi program pelatihan serta fasilitasi pembuatan SIM D bagi penyandang disabilitas di sekitar wilayah operasional perusahaan.


Langkah ini menjadi pintu masuk bagi difabel untuk terlibat dalam sektor transportasi berbasis aplikasi yang kini semakin inklusif.


Selanjutnya, pada 2024, PDC menggelar Pelatihan Tata Boga Khusus Disabilitas di Rokan Hilir, Riau, yang diikuti 20 peserta dari berbagai kategori disabilitas, seperti tuna daksa, tuna rungu, dan tuna grahita.

Program ini kemudian diperluas ke Jakarta Timur dengan melibatkan sembilan peserta lainnya melalui pelatihan intensif selama 10 hari di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD).


Para peserta mendapatkan materi komprehensif, mulai dari teknik dasar memasak, pengolahan makanan, kebersihan dapur, hingga pembuatan produk roti dan kewirausahaan.

Dampak Nyata: Dari Pelatihan ke Dunia Usaha

Memasuki tahun ketiga pelaksanaan, program CSR PDC telah menjangkau sedikitnya 51 penyandang disabilitas dan menunjukkan dampak yang signifikan.


Salah satu kisah inspiratif datang dari Muhammad Haekal Senchaki (20), peserta pelatihan tahun 2025 yang kini sukses merintis usaha kuliner “Chaki Pizza”.


Mahasiswa Desain Komunikasi Visual tersebut mampu memproduksi dan memasarkan produknya secara mandiri dengan sistem pre-order. Keberhasilannya menjadi bukti bahwa pelatihan berbasis keterampilan mampu membuka jalan bagi difabel untuk mandiri secara ekonomi.


Membangun Masa Depan yang Lebih Inklusif


Program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menghapus stigma terhadap penyandang disabilitas di masyarakat.


PDC berharap inisiatif ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif, adil, dan setara.


Dengan pendekatan berkelanjutan, penyandang disabilitas tidak lagi dipandang sebagai kelompok yang terbatas, melainkan sebagai individu yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan.***(Ri/RH)

Bagikan:

Komentar