Kecelakaan di Tol Permai Tewaskan Pengemudi, Diduga Microsleep Jadi Pemicu | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Kecelakaan di Tol Permai Tewaskan Pengemudi, Diduga Microsleep Jadi Pemicu

Senin, 20 April 2026 | 16:09 WIB
Peristiwa terbaru terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 13.40 WIB di kilometer 38. Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka berat.
Pekanbaru, riauantara.co | Ruas Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) kembali menjadi sorotan setelah insiden kecelakaan maut yang menambah daftar panjang peristiwa serupa di jalur tersebut. Dalam beberapa waktu terakhir, kecelakaan di tol ini kerap terjadi, dengan faktor kelelahan pengemudi dan kelalaian menjadi penyebab dominan.

Peristiwa terbaru terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 13.40 WIB di kilometer 38. Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya mengalami luka berat.

Kepala Satuan Polisi Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Riau, AKBP Eko Baskara, menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan mobil Daihatsu Terios BM 1662 NF dan sebuah truk Hino BM 9569 TY yang sedang berhenti di bahu jalan akibat mengalami gangguan mesin.

"Korban meninggal dunia adalah pengemudi mobil Terios. Sementara tiga penumpang lainnya mengalami luka berat dan telah dibawa ke Rumah Sakit Awal Bros Ahmad Yani," ujar Baskara, Senin (20/4/2026).

Korban diketahui bernama Irma (45), warga Rumbai, Pekanbaru. Sementara suaminya, Sanusi Tandi (50), serta dua anak mereka, Brian (11) dan Zahara Tania (13), selamat namun mengalami luka serius.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, mobil Terios melaju dari arah Pekanbaru menuju Duri. Namun, saat tiba di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba bergerak ke kiri hingga memasuki bahu jalan dan menabrak bagian belakang truk yang tengah berhenti.

"Diduga pengemudi mengalami microsleep atau tertidur sesaat, sehingga kehilangan kendali, terlebih di kondisi jalan yang menanjak," jelasnya.

Tim petugas yang dipimpin Panit Regu 1 Tol Permai Ipda Aljamil langsung bergerak cepat melakukan evakuasi korban serta mengamankan lokasi untuk mencegah kemacetan dan potensi kecelakaan lanjutan.

Seluruh kendaraan yang terlibat telah diamankan oleh Satlantas Polres Siak untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Kerugian materi akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Pihak kepolisian kembali mengingatkan para pengguna jalan tol untuk tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi lelah atau mengantuk.

"Jika merasa lelah, segera menepi dan beristirahat di rest area. Keselamatan harus menjadi prioritas utama," tegas Baskara.
Bagikan:

Komentar