Puluhan PMI Dipulangkan Lewat Dumai Usai Lebaran | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Puluhan PMI Dipulangkan Lewat Dumai Usai Lebaran

Senin, 13 April 2026 | 13:29 WIB
Arus pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui wilayah perbatasan Riau kembali berlangsung pasca Lebaran
Pekanbaru, riauantara.co | Arus pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui wilayah perbatasan Riau kembali berlangsung pasca Lebaran. Sebanyak 32 PMI yang dideportasi dari Malaysia tiba di Pelabuhan Internasional Dumai, Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 12.15 WIB. Rombongan ini menjadi gelombang pertama deportasi yang masuk ke Indonesia melalui Dumai setelah Idulfitri 1447 Hijriah.

Para PMI tersebut tiba menggunakan kapal feri Indomal Imperial dan langsung menjalani pemeriksaan oleh tim gabungan setibanya di pelabuhan. Proses yang dilakukan meliputi pengecekan dokumen keimigrasian serta pemeriksaan kesehatan oleh petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan sebagai bagian dari prosedur standar.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh PMI dalam kondisi sehat tanpa keluhan berarti. Dengan demikian, mereka dinyatakan siap untuk melanjutkan tahapan berikutnya dalam proses pemulangan ke daerah asal.

Penanganan selanjutnya dilakukan oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau bersama Pos Pelayanan Pelindungan PMI (P4MI) Dumai. Di lokasi transit, para pekerja migran mendapatkan pendampingan menyeluruh, mulai dari pendataan, penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat istirahat, hingga pengurusan administrasi.

Selain itu, mereka juga difasilitasi untuk registrasi IMEI perangkat komunikasi melalui layanan Bea Cukai, agar ponsel yang dibawa tetap dapat digunakan di Indonesia. Selanjutnya, para PMI ditempatkan sementara di Rumah Ramah PMI Dumai sambil menunggu jadwal kepulangan.

Kepala BP3MI Riau, Fanny Wahyu Kurniawan, menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan penuh kepada setiap PMI yang kembali ke tanah air.

"Setiap PMI yang dipulangkan, apapun statusnya, tetap menjadi tanggung jawab negara. Kami memastikan mereka mendapatkan pelayanan yang layak dan manusiawi, mulai dari pemeriksaan kesehatan yang teliti, pendataan yang akurat, hingga fasilitasi pemulangan ke kampung halaman dengan aman," ujarnya, Ahad (12/4/2026).

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal. Menurutnya, banyak permasalahan yang dialami PMI berawal dari proses keberangkatan yang tidak sesuai aturan.

Rombongan PMI kali ini terdiri dari 23 laki-laki dan 9 perempuan, yang mayoritas berasal dari Sumatera Utara, serta sebagian dari Aceh dan Riau. Saat ini, seluruhnya masih berada di Rumah Ramah PMI Dumai sembari menunggu proses pemulangan ke daerah masing-masing.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal untuk mempercepat proses pemulangan mereka," tutup Fanny.
Bagikan:

Komentar