Pekanbaru, riauantara.co – Komitmen menjaga warisan budaya bangsa sekaligus memperkuat pendidikan karakter generasi muda kembali ditegaskan melalui kegiatan Pelatihan dan Sosialisasi Jurus Seni Tunggal IPSI bagi Guru Olahraga SD dan SMP se-Kota Pekanbaru Tahun 2026 yang digelar Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru bekerja sama dengan IPSI Pekanbaru.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Senin (18/5/2026), tersebut menghadirkan sejumlah tokoh penting, di antaranya Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Sardius, M.Pd., Kasi Kesiswaan SMP Erma Susilawati, S.Pd., MM., Tokoh Adat Pesilat Melayu Rajo Alam Tubagus Datuk Pesisir Ahmad, Syawal Hamonangan, SE, serta perwakilan IPSI Pekanbaru Drs. Martias.
Pembukaan kegiatan dilakukan langsung oleh Sardius didampingi Erma Susilawati. Dalam sambutannya, Sardius menegaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kesiswaan sekaligus penguatan pendidikan karakter melalui olahraga bela diri pencak silat.
Menurutnya, pencak silat tidak hanya menjadi cabang olahraga prestasi, tetapi juga sarana membangun disiplin, mentalitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa di lingkungan pendidikan.
“Pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter peserta didik melalui nilai-nilai luhur pencak silat, sekaligus sebagai upaya nyata melestarikan budaya bangsa Indonesia,” ujar Sardius.
Sementara itu, Kasi Kesiswaan SMP Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Erma Susilawati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menyasar guru olahraga tingkat SD dan SMP se-Kota Pekanbaru agar pembinaan atlet usia dini dapat dilakukan secara lebih terarah dan profesional.
Ia berharap, melalui peningkatan kapasitas para guru olahraga, lahir atlet-atlet pencak silat potensial yang mampu mengharumkan nama Kota Pekanbaru di tingkat provinsi hingga nasional.
Di kesempatan yang sama, Tokoh Adat Pesilat Melayu Rajo Alam Tubagus Datuk Pesisir Ahmad menegaskan bahwa pencak silat merupakan warisan budaya bangsa yang wajib dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
Menurutnya, seni silat tradisi tidak sekadar mengajarkan teknik bela diri, namun juga sarat nilai sejarah, adat istiadat, tradisi lisan, hingga kearifan lokal yang menjadi identitas bangsa Indonesia.
“Pencak silat adalah warisan luhur budaya bangsa. Di dalamnya terkandung nilai adab, etika, persaudaraan, semangat perjuangan, dan nasionalisme yang harus terus dilestarikan,” ungkap Rajo Alam.
Ia juga mengaitkan nilai-nilai pencak silat dengan perjuangan para pahlawan nasional seperti Pangeran Diponegoro, Sultan Agung, Ki Hajar Dewantara, Cut Nyak Dien, Pattimura, Tuanku Imam Bonjol, hingga Tuanku Tambusai yang dikenal memiliki kedekatan dengan tradisi bela diri Nusantara.
Rajo Alam menilai, program pelatihan yang digagas Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru bersama IPSI Pekanbaru tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho dalam menjaga kelestarian tradisi, seni, dan nilai-nilai luhur adat budaya Melayu.
“Ini merupakan program luar biasa yang patut diapresiasi karena tidak hanya membangun prestasi olahraga, tetapi juga menjaga identitas budaya dan karakter generasi muda,” tambahnya.
Pelatihan menghadirkan instruktur dari IPSI Kota Pekanbaru dan diikuti puluhan guru olahraga dari berbagai sekolah di Kota Pekanbaru.
Melalui program pelatihan yang terencana, terarah, dan berkelanjutan tersebut, para peserta diharapkan mampu memahami pencak silat bukan hanya sebagai ilmu bela diri, melainkan juga sebagai sarana pembentukan karakter, spiritualitas, sportivitas, rasa kekeluargaan, serta semangat kebangsaan bagi generasi muda Indonesia.**(RH/RED)


Komentar