Rokan Hilir, riauantara.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya dr. Alex Cristo Loris, mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri), yang ditemukan meninggal dunia saat menjalankan tugas pendidikan di RSUD Tengku Rafian Siak.
Kabar duka tersebut menyita perhatian masyarakat dan kalangan tenaga kesehatan di Riau. Jenazah dr. Alex ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area sekitar RSUD Tengku Rafian, Kabupaten Siak, pada Selasa (14/7/2026). Setelah proses identifikasi, jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas kepergian dokter muda yang tengah menempuh pendidikan spesialis tersebut.
"Mewakili Pemerintah Provinsi Riau dan secara pribadi, saya turut berduka cita atas wafatnya salah satu putra terbaik bangsa yang sedang menjalani pendidikan dokter spesialis dan mengabdikan diri di Provinsi Riau," ujar SF Hariyanto.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.
Sebagai bentuk kepedulian pemerintah, Plt Gubernur Riau mengutus Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, untuk menghadiri takziah ke rumah duka pada Kamis (16/7/2026).
Dalam kunjungannya, Zulkifli menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan amanah langsung dari Plt Gubernur Riau yang ingin memberikan penghormatan terakhir sekaligus menyampaikan simpati kepada keluarga almarhum.
"Hari ini saya hadir mewakili Bapak Plt Gubernur Riau. Beliau menitipkan rasa belasungkawa yang tulus kepada keluarga almarhum," kata Zulkifli.
Ia menjelaskan, SF Hariyanto sejatinya berkeinginan datang langsung ke rumah duka. Namun, agenda kedinasan di Jakarta yang tidak dapat ditinggalkan membuatnya harus mengutus perwakilan pemerintah provinsi.
"Bapak Plt Gubernur juga menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir secara langsung. Beliau sangat merasakan duka yang dialami keluarga almarhum," tambahnya.
Sementara itu, penyebab pasti meninggalnya dr. Alex Cristo Loris hingga kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian korban.
Korban diketahui berusia 30 tahun dan berdasarkan data kependudukan berasal dari Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku. Ia merupakan mahasiswa PPDS Fakultas Kedokteran Universitas Riau yang mulai menjalani pendidikan klinis di RSUD Tengku Rafian Siak sejak 1 Juli 2026.
Kasubdit Penmas Polda Riau, AKBP Rudi M. Samosir, mengungkapkan bahwa autopsi telah dilakukan di Instalasi Kedokteran Forensik dan Pemulasaran Jenazah RS Bhayangkara Pekanbaru pada Selasa (14/7/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ditemukan adanya luka berbentuk titik disertai pembengkakan pada punggung tangan kiri korban. Selain itu, tim forensik juga menemukan memar pada bagian kepala yang diduga akibat benturan benda tumpul.
Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa seluruh temuan tersebut masih memerlukan pendalaman melalui pemeriksaan laboratorium forensik sebelum dapat disimpulkan penyebab pasti kematian korban.
Kasus ini masih terus ditangani oleh aparat kepolisian dengan mengedepankan proses penyelidikan secara profesional dan ilmiah. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta menunggu hasil resmi investigasi yang nantinya akan disampaikan kepada publik.
Editor: Riauantara.co
Sumber: Pemprov Riau dan Polda Riau.


Komentar