Dumai, riauantara.co — Dentuman keras yang terdengar dari kawasan Kilang Pertamina Dumai, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 22.50 WIB, memicu kepanikan sejumlah warga. Peristiwa tersebut kembali menyoroti aspek keselamatan operasional dan transparansi pengelolaan fasilitas di salah satu objek vital nasional tersebut.
Suara dentuman terdengar cukup kuat hingga ke kawasan Tanjung Palas dan sejumlah permukiman di sekitar kilang. Sebagian warga dilaporkan keluar rumah karena khawatir telah terjadi ledakan di area kilang.
Kejadian itu juga memunculkan pertanyaan publik mengenai kondisi operasional kilang, terutama karena fasilitas tersebut sebelumnya menjalani Turn Around (TA) atau kegiatan penghentian sementara untuk pemeliharaan, pemeriksaan, dan perbaikan fasilitas.
Wakil Ketua DPD KNPI Kota Dumai, Muhammad Aderman, yang akrab disapa Ade, meminta adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap pelaksanaan serta penggunaan anggaran Turn Around di Kilang Pertamina Dumai.
“Kami meminta BPK RI melakukan audit terhadap Pertamina Patra Niaga Dumai. Kilang ini baru beberapa bulan melakukan Turn Around dengan nilai yang sangat besar, tetapi sekarang kembali muncul kejadian yang membuat masyarakat takut dan panik,” tegas Ade.
Menurut Ade, pemeriksaan tidak semestinya hanya berfokus pada aspek administrasi dan keuangan. Audit, kata dia, juga perlu menilai efektivitas pekerjaan Turn Around, kualitas pemeliharaan, sistem keselamatan, pengendalian tekanan, serta kesiapan unit sebelum dan sesudah kembali dioperasikan.
Ia menilai penggunaan anggaran dalam skala besar harus berbanding lurus dengan peningkatan keandalan fasilitas dan jaminan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan kilang.
“Jangan sampai uang negara triliunan rupiah digelontorkan untuk memastikan kilang kembali beroperasi, tetapi beberapa bulan kemudian justru muncul insiden yang membuat masyarakat kembali dihantui rasa takut,” ujarnya.
Pertamina: Bukan Ledakan, Melainkan Release Tekanan ke Flare
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai memberikan penjelasan resmi terkait suara keras yang terdengar pada malam tersebut.
Dalam standby statement tertanggal 3 September 2026, Pertamina menyebut terdapat kendala operasional pada salah satu unit proses di area kilang.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai, Tengku Muhammad Rum, menjelaskan suara yang terdengar merupakan suara release tekanan menuju api obor atau flare saat proses start up.
“Kami menyampaikan bahwa saat ini terdapat kendala operasional pada salah satu unit proses di area kilang yang menyebabkan timbulnya suara bising dan api obor membesar seperti di media sosial. Kondisi ini merupakan bagian dari proses produksi kilang dan sudah ditangani sesuai prosedur,” ujar Muhammad Rum.
Pertamina memastikan kondisi kilang saat ini berada dalam keadaan aman dan kondusif. Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak. Kami tegaskan bahwa saat ini kondisi telah ditangani dengan baik dan seluruh fasilitas dalam kondisi aman,” kata Tengku Rum.
Pertamina turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak perlu khawatir.
KNPI Minta Pernyataan Aman Disertai Penjelasan Teknis
Meski Pertamina telah menyatakan kondisi kilang aman dan kondusif, Ade menilai kekhawatiran masyarakat tetap perlu dijawab dengan penjelasan yang lebih terbuka dan terukur.
Ia mempertanyakan dasar teknis dari pernyataan bahwa kondisi kilang benar-benar aman setelah terjadi kendala operasional dan pelepasan tekanan saat proses start up.
“Apakah ada jaminan dari Pertamina Patra Niaga Dumai terkait pernyataan bahwa kondisi baik-baik saja dan aman? Masyarakat sangat sulit percaya karena baru beberapa bulan selesai TA sudah terjadi kejadian seperti ini,” kata Ade.
Menurutnya, pernyataan mengenai kondisi aman perlu disertai informasi teknis yang memadai, sehingga masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan kilang, mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan langkah mitigasi apa yang telah dilakukan.
Ade meminta Pertamina menjelaskan secara transparan unit yang mengalami kendala, penyebab gangguan operasional, mekanisme release tekanan, serta hasil pemeriksaan dan evaluasi pascakejadian.
“Jangan hanya masyarakat dininabobokan dengan status aman. Harus dijelaskan dan dibuktikan kepada masyarakat bahwa kondisi memang benar-benar aman. Jangan sampai masyarakat diberi pernyataan aman sementara masih terdapat potensi bahaya yang belum diketahui publik,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan objek vital nasional yang aktivitasnya bersinggungan langsung dengan lingkungan permukiman.
Audit Dinilai Penting untuk Menjawab Pertanyaan Publik
Desakan audit, lanjut Ade, bukan semata-mata untuk mempersoalkan besarnya anggaran Turn Around, tetapi untuk memastikan bahwa setiap pekerjaan pemeliharaan dan investasi yang dilakukan benar-benar menghasilkan peningkatan keandalan serta keselamatan fasilitas.
Jika pekerjaan Turn Around telah dilaksanakan dengan biaya besar, menurut dia, publik berhak memperoleh penjelasan mengenai hasil pekerjaan tersebut, termasuk bagaimana dampaknya terhadap keandalan operasional dan sistem keselamatan kilang.
“Pertanyaan ini harus dijawab melalui pemeriksaan yang objektif dan terbuka. Masyarakat perlu mengetahui apakah proses pemeliharaan, penggunaan anggaran, pengendalian operasional, dan sistem keselamatan telah berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Hingga kini, Pertamina Patra Niaga RU Dumai menyatakan suara keras tersebut berkaitan dengan kendala pada salah satu unit proses dan release tekanan ke flare saat proses start up. Perusahaan juga menegaskan kondisi telah ditangani sesuai prosedur dan fasilitas kilang berada dalam kondisi aman.
Di sisi lain, desakan KNPI untuk dilakukan pemeriksaan dan audit menjadi bagian dari tuntutan agar persoalan tersebut dapat dijelaskan secara objektif berdasarkan data teknis, bukan semata berdasarkan persepsi maupun informasi yang beredar di media sosial.
Publik kini menunggu penjelasan lebih rinci mengenai penyebab gangguan, hasil evaluasi keselamatan, serta sejauh mana pekerjaan Turn Around telah memberikan jaminan terhadap keandalan operasional Kilang Pertamina Dumai.**(RH/ Editor: RH)


Komentar