Ketum ReJO Apresiasi Langkah Presiden Ganti Menkeu Purbaya | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Ketum ReJO Apresiasi Langkah Presiden Ganti Menkeu Purbaya

Senin, 14 September 2026 | 19:06 WIB

Keterangan foto


Ketua umum ReJO HM Darmizal MS

Prof Suahasil Nazara


Darmizal: Kiprah Prof Suahasil Nazara Tak Diragukan Lagi Pimpin Kementerian Keuangan


LANGKAH taktis dan strategis kembali diambil oleh pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengonsolidasikan stabilitas nasional. Pada hari ini, keputusan penting mengenai perombakan atau reshuffle kabinet resmi diumumkan, dengan fokus utama pada pos kementerian yang memegang kendali vital perekonomian negara, yakni Kementerian Keuangan. 


Jabatan Menteri Keuangan yang sebelumnya diemban oleh Purbaya Yudhi Sadewa kini resmi diserahkan kepada Prof. Suahasil Nazara, yang sebelumnya telah lama malang melintang sebagai Wakil Menteri Keuangan.


Keputusan cepat dan berani dari kepala negara ini sontak menyita perhatian publik luas serta menjadi diskursus utama di berbagai ruang publik, media massa, hingga lantai bursa. Ragam tanggapan positif mengalir dari berbagai elemen masyarakat, pengamat ekonomi, pelaku industri, hingga organisasi kemasyarakatan. 


Salah satu apresiasi paling, menonjol datang dari Ketua Umum Relawan Prabowo-Gibran (ReJO), HM Darmizal. Dalam pandangannya, Darmizal secara terbuka menyampaikan apresiasi yang tinggi atas keputusan kilat namun terukur yang diambil oleh Presiden Prabowo Subianto. 


Menurut pria kelahiran Sumatera Barat ini, langkah pergantian itu bukan sekadar rotasi jabatan biasa di internal kabinet, melainkan sebuah bentuk respons kepemimpinan nasional yang sangat peka terhadap dinamika, situasi, serta ekspektasi yang berkembang di tengah masyarakat luas, para pelaku pasar keuangan dan dunia internasional.


"Kami di ReJO sangat mengapresiasi keputusan cepat dan terukur yang diambil oleh bapak Presiden Prabowo Subianto. Langkah pergantian pos Menteri Keuangan dari Purbaya kepada Suahasil Nazara merupakan wujud nyata dari sebuah pemerintahan yang responsif dalam membaca situasi. Presieden sigap meredam keresahan publik, sekaligus menjawab tuntutan riil dari masyarakat luas, pelaku pasar, dan dunia internasional yang menginginkan kepastian serta stabilitas," ujar Darmizal dalam keterangannya di Jakarta, Senin 14 September 2026.


Darmizal menilai bahwa dinamika perekonomian global saat ini tengah berada dalam fase yang penuh dengan ketidakpastian tinggi. Berbagai tekanan eksternal mulai dari fluktuasi pasar keuangan global, ketegangan geopolitik di berbagai belahan dunia, hingga tantangan rantai pasok global menuntut adanya nakhoda ekonomi yang tidak hanya handal secara konseptual, tetapi juga memiliki kedekatan psikologis dan teknis yang matang dengan sistem birokrasi fiskal Indonesia yang berjalan saat ini.


Oleh karena itu, penunjukan Suahasil Nazara dinilai sebagai langkah yang sangat tepat sasaran. Figur Suahasil bukanlah orang baru di koridor kekuasaan fiskal Republik Indonesia. 


Rekam jejak profesionalnya terentang luas, mulai dari kiprahnya sebagai akademisi mumpuni dan guru besar ilmu ekonomi di Universitas Indonesia, pengalamannya memegang kendali sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, hingga posisinya yang kokoh sebagai Wakil Menteri Keuangan selama bertahun-tahun dalam mendampingi transisi kebijakan dari era Presiden Joko Widodo hingga era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.


Dijelaskan Darmizal, pengalaman lintas pemerintahan tersebut memberikan nilai tambah yang luar biasa. Suahasil dipandang memiliki pemahaman yang komprehensif, mendalam, dan menyeluruh terhadap arsitektur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dinamika perpajakan, pengelolaan utang negara, hingga strategi mitigasi risiko fiskal di tengah gejolak ekonomi global. 


Darmizal mengungkapkan, kapasitas teknokratis yang dimiliki Suahasil Nazara

diyakini mampu meredakan kekhawatiran para investor asing maupun domestik terhadap arah kebijakan fiskal Indonesia ke depan.


"Dengan pengalaman yang sangat matang dan pemahaman mendalam terhadap struktur APBN serta makroekonomi, kami sangat optimis kepemimpinan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru akan mampu membawa angin segar. Situasi keuangan negara, stabilitas nilai tukar, serta kepercayaan makroekonomi kita diyakini akan segera berangsur membaik dan semakin kuat pasca-reshuffle ini," tambah Darmizal dengan nada penuh keyakinan.


Lebih lanjut, Darmizal juga menyoroti pentingnya faktor psikologis pasar dalam merespons sebuah kebijakan pergantian pejabat tinggi negara. Pasar keuangan, baik di dalam maupun luar negeri, sangat menyukai kepastian, prediktabilitas, dan kredibilitas. 


Dengan menempatkan figur internal yang sudah sangat teruji integritas dan kompetensinya seperti Suahasil Nazara, pemerintah dinilai berhasil mengirimkan sinyal kuat kepada dunia internasional bahwa tata kelola keuangan Indonesia dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan.


Respon positif dari pasar domestik dan global diharapkan dapat segera termanifestasi dalam bentuk penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), kestabilan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta terjaganya tingkat inflasi di kisaran target yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Stabilitas makroekonomi ini pada gilirannya akan menjadi fondasi yang kokoh bagi dunia usaha untuk terus berinvestasi, memperluas lapangan kerja, dan menggerakkan roda perekonomian nasional secara inklusif.


Sejalan dengan hal tersebut, ReJO mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari kalangan akademisi, dunia usaha, asosiasi industri, media massa, hingga seluruh lapisan masyarakat luas, untuk memberikan dukungan penuh kepada kepemimpinan baru di Kementerian Keuangan. 


"Tantangan ekonomi nasional ke depan tentu tidak ringan, sehingga dibutuhkan soliditas nasional, gotong royong, serta sinergi yang erat antara otoritas fiskal, otoritas moneter (Bank Indonesia), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan seluruh pemangku kepentingan terkait," ujarnya.


Kolaborasi yang erat dan harmonis ini, lanjut Darmizal, menjadi prasyarat mutlak untuk mewujudkan visi besar pembangunan nasional yang tertuang dalam program Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berkeadilan, dan berkelanjutan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.


Darmizal menegaskan, pergantian kepemimpinan di Kementerian Keuangan hari ini pada akhirnya diharapkan tidak sekadar menjadi ritual administratif birokrasi semata.


"Melainkan menjadi momentum titik balik yang strategis bagi konsolidasi fiskal nasional, peningkatan efisiensi belanja negara, serta penguatan kepercayaan publik secara menyeluruh. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto kembali membuktikan komitmen kuatnya untuk selalu mendengarkan aspirasi publik dan bergerak cepat demi kepentingan bangsa dan negara," pungkas Darmizal.

Bagikan:

Komentar