PEKANBARU — Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) STAI Al-Azhar Pekanbaru sukses menyelenggarakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Tahun Akademik 2026–2027 pada 12–13 September 2026.
Mengangkat tema *“Membangun Budaya Akademik yang Unggul dan Berintegritas, untuk Membangun Generasi Muda yang Adaptif dan Peduli Ekoteologi”,* kegiatan PBAK tahun ini tidak sekadar menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru.
Lebih dari itu, PBAK menjadi ruang awal untuk membangun karakter, memperkenalkan budaya akademik, menumbuhkan integritas, serta menanamkan kesadaran mahasiswa terhadap persoalan lingkungan dan keberlanjutan kehidupan.
PBAK berlangsung dengan penuh antusiasme dan semangat kebersamaan. Mahasiswa baru diperkenalkan dengan lingkungan akademik, struktur kelembagaan, kehidupan organisasi, serta berbagai nilai yang akan menjadi bekal mereka selama menempuh pendidikan di STAI Al-Azhar Pekanbaru.
*Dihadiri Jajaran Pimpinan Kampus dan Perwakilan Polda Riau*
Pelaksanaan PBAK turut dihadiri dan mendapat dukungan dari jajaran pimpinan STAI Al-Azhar Pekanbaru.
Hadir dalam kegiatan tersebut:
1. *Dr. Hj. Mutia Eliza, MM* — Ketua STAI Al-Azhar Pekanbaru;
2. *Ali Wardana, SE, I, ME, Sy*— Wakil Ketua I Bidang Akademik;
3. *Bambang Wahyu Susanto, M.Si.* — Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan sekaligus Plt. Wakil Ketua II;
4. *Dr. H. Suhaimi, Lc., MA* — Ketua LP2M;
5. *Yusnimar Yusri, M.Pd.I* — Sekretaris;
6. *Assoc. Prof. Dr. Khairul Amien, M.Pd.I* — Ketua LPM;
7. *Marzuenda, M.Pd.I — Sekretaris LPM.*
Turut hadir para Ketua Program Studi di lingkungan STAI Al-Azhar Pekanbaru, yakni *Dr. Mulyadi, MA* selaku Ketua Prodi PAI, *Mashuri, M.Pd.I* selaku Ketua Prodi MPI, *Dr. Mawardi Dalimunte, M.Sy* selaku Ketua Prodi Ekonomi Syariah, serta *Aliando, SH., MH* selaku Ketua Prodi HTN.
Kegiatan juga dihadiri oleh perwakilan Polda Riau, *Kompol Dr. Reza Aditya Syahputra, SE., M.Ak.* Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya dukungan terhadap proses pembinaan dan pengembangan mahasiswa sebagai generasi muda yang memiliki kapasitas akademik sekaligus tanggung jawab sosial.
*Noprianda Ramadhan: Mahasiswa Tidak Boleh Kehilangan Integritas dan Kepedulian.*
Presiden Mahasiswa STAI Al-Azhar Pekanbaru, *Noprianda Ramadhan,* menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan PBAK TA. 2026–2027.
Menurutnya, PBAK harus menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran bahwa kehidupan mahasiswa tidak berhenti pada ruang kelas.
“PBAK bukan sekadar seremoni penyambutan mahasiswa baru. Ini adalah pintu masuk untuk membangun budaya akademik yang unggul, membentuk karakter yang berintegritas, serta menyiapkan generasi muda yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai dan jati dirinya.”
*Noprianda* menegaskan bahwa mahasiswa harus mampu membaca perubahan sekaligus memiliki kepedulian terhadap persoalan lingkungan.
“Mahasiswa hari ini harus adaptif terhadap perkembangan zaman, tetapi adaptif bukan berarti kehilangan prinsip. Kita membutuhkan generasi yang mampu menguasai ilmu pengetahuan, memiliki integritas, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.”
Ia menilai gagasan ekoteologi menjadi penting untuk diperkenalkan kepada generasi mahasiswa karena manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan dan tanggung jawab moral terhadap alam.
“Peduli ekoteologi berarti membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan bukan hanya persoalan sosial dan ekologis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.
Sebagai mahasiswa di perguruan tinggi Islam, kepedulian terhadap alam harus menjadi bagian dari karakter kita.”
Lebih lanjut, *Noprianda* mengajak mahasiswa baru untuk tidak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan.
“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang datang ke kampus, duduk di kelas, kemudian pulang. Jadilah mahasiswa yang berpikir, berdiskusi, berorganisasi, membaca persoalan, dan berani memberikan solusi. Karena masa depan tidak dibangun oleh mereka yang hanya menunggu, tetapi oleh mereka yang mau belajar dan bergerak.”
*Ikromil: PBAK Adalah Titik Awal Perjalanan Mahasiswa*
Sementara itu, *Ikromil* selaku Ketua Panitia Pelaksana PBAK TA. 2026–2027, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan dengan baik.
“Alhamdulillah, PBAK TA. 2026–2027 yang dilaksanakan pada 12–13 September 2026 dapat berjalan dengan lancar. Kesuksesan ini merupakan hasil kerja keras, kekompakan, dan tanggung jawab seluruh panitia, DEMA, serta dukungan dari pihak kampus.”
*Ikromil* berharap mahasiswa baru dapat membawa semangat PBAK ke dalam kehidupan akademik dan kemahasiswaan.
“Kami berharap PBAK ini tidak berhenti sebagai kegiatan dua hari saja. Apa yang didapatkan selama kegiatan harus menjadi bekal untuk menjalani proses perkuliahan, organisasi, dan kehidupan sosial ke depannya.”
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.
“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran pimpinan STAI Al-Azhar Pekanbaru, para Ketua Program Studi, perwakilan Polda Riau, DEMA, seluruh panitia, dan terutama mahasiswa baru yang telah mengikuti kegiatan dengan penuh semangat.”
*PBAK Berakhir, Perjalanan Mahasiswa Baru Baru Dimulai*
Suksesnya pelaksanaan PBAK TA. 2026–2027 menjadi awal bagi mahasiswa baru untuk memasuki perjalanan panjang sebagai insan akademis.
DEMA STAI Al-Azhar Pekanbaru menegaskan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik. Mereka juga harus memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, kepedulian sosial, serta kesadaran ekologis.
Sebab, tantangan generasi muda ke depan tidak hanya berbicara tentang perkembangan teknologi dan perubahan sosial, tetapi juga tentang bagaimana manusia menjaga keberlanjutan kehidupan dan lingkungan.
PBAK telah selesai, tetapi proses membangun karakter belum berakhir.
Dari budaya akademik yang unggul, lahir intelektualitas.
Dari integritas, lahir kepercayaan.
Dari kemampuan beradaptasi, lahir generasi yang tangguh.
Dan dari kepedulian terhadap alam, lahir kesadaran untuk menjaga kehidupan.



Komentar