Pertamina Bekali UMK Hadapi Buyer Global, Strategi Menembus Pasar Internasional Dimatangkan | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Pertamina Bekali UMK Hadapi Buyer Global, Strategi Menembus Pasar Internasional Dimatangkan

Senin, 28 September 2026 | 09:09 WIB



JAKARTA, ( RIAUANTARA.CO ) – PT Pertamina (Persero) terus memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaannya agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Puluhan UMK terpilih mendapat pembekalan khusus sebagai persiapan menghadapi temu bisnis atau business matching dengan calon pembeli dari dalam dan luar negeri.


Pembekalan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pertamina SMEXPO 2026, yang dirancang untuk membuka akses pasar sekaligus mendorong UMK binaan Pertamina naik kelas. Para peserta nantinya akan difasilitasi bertemu dengan calon pembeli korporasi nasional maupun internasional pada Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang.


Pertamina SMEXPO merupakan salah satu program pengembangan UMK yang tidak hanya berorientasi pada promosi produk, tetapi juga memperluas akses pasar melalui bazar, pameran ritel, business matching, hingga pemanfaatan ekosistem digital.


Untuk mematangkan kesiapan peserta, Pertamina menggelar webinar bertajuk “Kiat Memenangkan Pembeli dalam Lima Menit” pada Jumat (18/9/2026).


Pelatihan tersebut menghadirkan Puteri Indonesia Pendidikan 2009 sekaligus praktisi komunikasi, Zukhriatul Hafizah atau Fiza, yang memberikan pembekalan mengenai cara membangun kesan pertama, berkomunikasi secara profesional, hingga mempresentasikan produk secara efektif di hadapan calon pembeli.


Fiza menekankan bahwa keberhasilan dalam pertemuan bisnis tidak semata-mata ditentukan oleh kualitas produk. Kemampuan membangun kepercayaan melalui komunikasi, sikap, serta cara membawa diri juga menjadi faktor penting.


“Penampilan yang rapi, bahasa tubuh, kontak mata, cara berbicara, serta kemampuan mendengarkan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan. Pelaku UMK perlu mampu menunjukkan kualitas dirinya sekaligus memahami kebutuhan calon pembeli,” ujar Fiza.


Selain kemampuan komunikasi, pelaku UMK juga didorong menyampaikan informasi mengenai produk secara jujur dan akurat. Etika bisnis, penghormatan terhadap mitra, perlindungan informasi, serta kemampuan menawarkan solusi sesuai kebutuhan calon pembeli menjadi bagian penting yang turut ditekankan dalam pelatihan.


Kemampuan tersebut, kata Fiza, juga relevan dalam komunikasi bisnis di ruang digital. Pelaku UMK perlu menjaga profesionalisme saat berinteraksi dengan calon pelanggan maupun mitra, menghormati privasi, serta membangun citra usaha yang positif melalui media sosial.


Sementara itu, Manager SMEPP PT Pertamina (Persero) Fety mengatakan pembekalan tersebut merupakan bagian dari tahapan persiapan sebelum para UMK mengikuti business matching yang difasilitasi Pertamina.


“Kami berharap proses yang dimulai melalui pembekalan ini dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMK, membuka peluang kerja sama, serta mendukung perkembangan usaha mereka dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” kata Fety.


Pendampingan terhadap UMK, lanjutnya, tidak berhenti pada pemberian akses pasar. Pertamina juga berupaya meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar mampu memenuhi tuntutan pasar yang semakin kompetitif.


VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengatakan penguatan UMK dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan kualitas produk, standardisasi, pengelolaan merek, pemanfaatan teknologi, hingga kemampuan memasarkan produk secara langsung maupun melalui kanal digital.


“Pertamina terus mendorong UMK untuk meningkatkan kualitas produk, standardisasi, pengelolaan merek, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan mempresentasikan dan memasarkan produknya, baik secara langsung maupun melalui kanal digital,” ujar Baron.


Menurut Baron, kesiapan tersebut menjadi modal penting agar UMK tidak berhenti pada keikutsertaan dalam pameran. Setiap pertemuan dengan calon pembeli diharapkan dapat dikembangkan menjadi peluang kerja sama yang konkret sekaligus membuka akses menuju pasar yang lebih luas.


“Pertamina berharap UMK binaan dapat memanfaatkan setiap kesempatan untuk memperkuat pengelolaan usaha, meningkatkan kualitas dan kapabilitas, membangun jejaring, serta memperluas akses pasar hingga ke tingkat nasional dan internasional,” tambah Baron.


Melalui rangkaian pembinaan tersebut, Pertamina menempatkan penguatan kapasitas dan perluasan pasar sebagai bagian penting dalam mendorong UMK binaan berkembang secara berkelanjutan. Pertamina SMEXPO 2026 pun menjadi salah satu wadah bagi pelaku usaha untuk mempertemukan produk lokal dengan peluang pasar yang lebih besar, termasuk calon mitra bisnis dari tingkat nasional hingga internasional.** ( BIP/RED )


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar