PLN Perkuat Sistem Kelistrikan Riau, Cadangan Daya Capai 275 MW | riauantara.co
|
Menu Close Menu

PLN Perkuat Sistem Kelistrikan Riau, Cadangan Daya Capai 275 MW

Rabu, 30 September 2026 | 18:47 WIB

 


PEKANBARU, ( RIAUANTARA.CO ) – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau (UID RKR) terus memperkuat sistem kelistrikan di Provinsi Riau. Hingga Agustus 2026, sistem kelistrikan Riau memiliki daya mampu pasok sebesar 1.812,5 megawatt (MW) dengan cadangan daya mencapai 275 MW.


Penguatan sistem tersebut menjadi bagian dari langkah PLN memastikan pasokan listrik tetap andal sekaligus menopang aktivitas masyarakat, dunia usaha, dan pertumbuhan ekonomi daerah.


Kondisi tersebut dipaparkan PLN dalam kegiatan Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional bertema “Kehandalan Sistem Kelistrikan di Provinsi Riau” yang digelar Dewan Energi Nasional (DEN) di Ruang Teater Kampar, Gedung Integrated Classroom, Universitas Riau, Pekanbaru, Selasa (29/9/2026).


Dalam Diskusi Panel II, PLN UID RKR hadir sebagai salah satu narasumber. Senior Manager Distribusi PLN UID RKR, Edo Adrianto, memaparkan kondisi sistem kelistrikan Riau, kesiapan operasional, hingga rencana pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan untuk memenuhi kebutuhan energi dalam jangka panjang.


Edo mengatakan, kondisi pasokan listrik di Riau hingga Agustus 2026 berada dalam kondisi siap mendukung kebutuhan pelanggan.


“Keandalan sistem kelistrikan merupakan bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah. PLN terus memastikan kesiapan sistem melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas operasi dan pemeliharaan, serta kesiapan personel dan peralatan operasi,” ujar Edo.


Dari sisi operasional, PLN UID RKR diperkuat 1.444 personel, 118 posko pelayanan teknik (Yantek), serta tiga tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB). Dukungan kendaraan dan peralatan operasi juga disiapkan untuk mempercepat penanganan gangguan dan menjaga kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan.


Perkuat Jaringan dengan Teknologi


PLN juga mempercepat transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA). Sistem tersebut memungkinkan pemantauan dan pengendalian jaringan secara lebih cepat dan terintegrasi.


Dengan dukungan SCADA, PLN dapat meningkatkan kecepatan dalam mendeteksi gangguan, melakukan pengaturan jaringan, serta mempercepat proses pemulihan pasokan listrik.


“Pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam meningkatkan keandalan sistem. Integrasi SCADA membantu PLN memantau kondisi jaringan secara lebih cepat dan mendukung penanganan gangguan serta pemulihan pasokan secara lebih efektif,” jelas Edo.


Penguatan teknologi tersebut menjadi bagian dari transformasi PLN dalam membangun sistem kelistrikan yang semakin adaptif, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.


RUPTL 2025–2034 Jadi Acuan Pengembangan


Untuk kebutuhan jangka panjang, PLN juga menyiapkan pengembangan infrastruktur kelistrikan di Riau sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.


Rencana pengembangan itu mencakup tambahan kapasitas pembangkit sebesar 213,1 MW, pembangunan jaringan transmisi sepanjang 2.687 kilometer sirkuit (kms), serta penambahan kapasitas gardu induk mencapai 6.310 MVA.


Penguatan tidak hanya diarahkan pada sistem kelistrikan di daratan. PLN juga menyiapkan pengembangan jalur pasokan dan interkoneksi menuju sejumlah wilayah kepulauan, termasuk Pulau Rupat, Bengkalis, dan Selatpanjang.


Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas sistem kelistrikan antarpulau sekaligus meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat di wilayah kepulauan Riau.


PLN Tekankan Kolaborasi


General Manager PLN UID RKR Didik Wicaksono menegaskan, penguatan sistem kelistrikan merupakan bagian dari komitmen PLN mendukung pembangunan daerah sekaligus memperkuat implementasi kebijakan energi nasional.


“Keandalan listrik menjadi fondasi penting bagi aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Karena itu, PLN terus memperkuat sistem melalui kesiapan operasional, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan infrastruktur yang disiapkan untuk menjawab kebutuhan listrik di masa mendatang,” kata Didik.


Menurutnya, pengembangan sistem energi membutuhkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, DEN, PLN, dan pihak terkait lainnya dinilai penting agar pembangunan sektor energi sejalan dengan kebutuhan masyarakat serta arah pembangunan daerah.


“Kolaborasi menjadi kunci agar pengembangan sektor energi, termasuk ketenagalistrikan, dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat, arah pembangunan daerah, dan kebijakan energi nasional,” ujarnya.


Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional tersebut dibuka Rektor Universitas Riau Prof. Dr. Hj. Sri Indarti, S.E., M.Si. Sementara itu, Anggota Dewan Energi Nasional Dr. Ir. Unggul Priyanto, M.Sc. hadir sebagai keynote speaker dengan tema “Membangun Sistem Energi Nasional yang Tangguh: Diversifikasi Energi dan Penguatan Cadangan Penyangga Energi”.


Dalam Diskusi Panel II, PLN juga berdiskusi bersama Prof. Dr. Erman Taer, S.Si., M.Si., Guru Besar Universitas Riau, serta Kepala Dinas ESDM Provinsi Riau Ismon Diando Simatupang, S.T.


Forum tersebut membahas sejumlah isu strategis, mulai dari ketahanan energi, pengembangan energi terbarukan hingga keandalan sistem kelistrikan di Provinsi Riau.


Melalui penguatan infrastruktur, digitalisasi jaringan, kesiapan sumber daya manusia, dan kolaborasi lintas sektor, PLN UID RKR terus menyiapkan sistem kelistrikan Riau agar mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi daerah secara berkelanjutan.**


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar