Dumai, riauantara.co — Suara letupan yang terdengar dari kawasan kilang PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Dumai memicu perhatian masyarakat. Manajemen Pertamina memastikan suara tersebut berkaitan dengan proses operasional salah satu unit kilang yang tengah menjalani tahapan start up.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU Dumai, Muhammad Rum, menjelaskan suara yang terdengar merupakan dampak dari proses pelepasan tekanan (pressure release) menuju sistem pembakaran gas atau flare.
Menurutnya, terdapat kendala operasional pada salah satu unit proses di area kilang yang menyebabkan munculnya suara bising dan peningkatan nyala api pada flare. Kondisi tersebut, kata dia, telah ditangani sesuai prosedur operasional yang berlaku.
“Saat ini terdapat kendala operasional pada salah satu unit proses di area kilang yang menyebabkan timbulnya suara bising dan api obor membesar. Kondisi ini merupakan bagian dari proses produksi kilang dan sudah ditangani sesuai prosedur,” ujar Muhammad Rum.
Ia menegaskan, berdasarkan kondisi terkini, operasional dan fasilitas kilang berada dalam keadaan aman dan kondusif.
Pertamina juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu akibat suara dan kondisi flare yang terlihat membesar.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak. Kami tegaskan bahwa kondisi telah ditangani dengan baik dan seluruh fasilitas dalam kondisi aman,” katanya.
Manajemen Pertamina mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Perusahaan juga memastikan penanganan terhadap kondisi operasional tersebut dilakukan sesuai prosedur keselamatan yang berlaku.
Meski demikian, informasi mengenai gangguan operasional tersebut menjadi perhatian publik mengingat kilang Dumai merupakan salah satu fasilitas strategis dalam sistem energi nasional. Transparansi informasi dan penyampaian perkembangan kondisi secara berkala menjadi penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat serta tidak menimbulkan keresahan.**(RH/Red)


Komentar