Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Level Berbahaya, Tenayan Raya Bagikan 1.000 Masker Gratis | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Kualitas Udara Pekanbaru Masuk Level Berbahaya, Tenayan Raya Bagikan 1.000 Masker Gratis

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:26 WIB



PEKANBARU, ( RIAUANTARA.CO ) – Memburuknya kualitas udara di Kota Pekanbaru mendorong jajaran Kecamatan Tenayan Raya bersama lintas sektor mengambil langkah cepat untuk melindungi masyarakat. Sebanyak 1.000 masker gratis dibagikan kepada warga yang beraktivitas di kawasan padat lalu lintas pada Rabu (7/10/2026).


Langkah tersebut dilakukan menyusul konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 yang mencapai 251,4 µg/m³, yang berada pada kategori berbahaya. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.


Kegiatan pembagian masker dipusatkan di sejumlah titik keramaian, termasuk kawasan Jalan Hang Tuah, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Aksi tersebut melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan, TP PKK, kader posyandu serta jajaran Puskesmas Rejosari.


Camat Tenayan Raya, Rahman, mengatakan pembagian masker merupakan bagian dari langkah perlindungan masyarakat di tengah kondisi udara yang memburuk akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


“Hari ini, sesuai arahan Wali Kota Agung Nugroho, kita melakukan pembagian masker sebanyak 1.000 pcs di Jalan Hang Tuah, kawasan padat lalu lintas di Tenayan Raya Pekanbaru,” ujar Rahman.


Menurut Rahman, keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan perlindungan kepada masyarakat. Selain jajaran kecamatan dan kelurahan, kader PKK serta posyandu turut turun langsung mendistribusikan masker kepada warga.


“Selain pihak kecamatan, kader PKK dan posyandu juga terlibat dalam kegiatan pendistribusian masker ini,” katanya.


Warga Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan


Di tengah kondisi udara yang tidak sehat, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak menganggap remeh dampak paparan asap.


Kepala Puskesmas Rejosari, Mira Susmhita, mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama ketika kualitas udara berada pada level tidak sehat. Jika aktivitas di luar ruangan tidak dapat dihindari, masyarakat dianjurkan menggunakan masker sebagai salah satu bentuk perlindungan diri.


“Kami mengimbau masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan. Gunakan masker, perbanyak minum air putih dan segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami keluhan pernapasan,” tegas Mira.


Ia menekankan, menjaga kesehatan selama kondisi udara memburuk tidak cukup hanya dengan mengenakan masker. Masyarakat juga perlu memperhatikan kebutuhan cairan tubuh dan menjaga pola konsumsi makanan bergizi.


Mira menyarankan masyarakat memperbanyak minum air putih, setidaknya sekitar delapan gelas per hari, khususnya ketika cuaca panas dan kualitas udara sedang memburuk.


“Jangan menunggu haus. Udara yang berasap dan panas bisa membuat tubuh lebih cepat kekurangan cairan. Kalau tubuh terhidrasi dengan baik, daya tahan tubuh juga akan lebih kuat,” ujarnya.


Selain menjaga asupan cairan, masyarakat juga dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dengan memperbanyak buah dan sayuran yang mengandung vitamin.


Upaya tersebut penting untuk menjaga kondisi tubuh sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), selama kabut asap masih memengaruhi kualitas udara di Pekanbaru.


Dengan kondisi PM2.5 yang berada pada level berbahaya, masyarakat diingatkan untuk tidak menunggu hingga muncul keluhan kesehatan. Mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, menjaga kecukupan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga.** ( MUS/RED )


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar