Lima Hari Air PDAM Mati, Warga Balikpapan Selatan Keluhkan Pelayanan PTMB | riauantara.co
|
Menu Close Menu

Lima Hari Air PDAM Mati, Warga Balikpapan Selatan Keluhkan Pelayanan PTMB

Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:48 WIB



BALIKPAPAN, ( RIAUANTARA.CO ) – Terhentinya suplai air bersih selama lima hari membuat warga Komplek Bumi Rengganis, Kelurahan Gunung Bahagia, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), mengeluhkan pelayanan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB).


Gangguan distribusi air tersebut berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat. Kebutuhan mendasar, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga aktivitas usaha mikro, ikut terganggu akibat sulitnya memperoleh pasokan air bersih.


Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang berharap pemerintah daerah dan manajemen PTMB segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan tersebut.


Salah seorang warga, Subhan, mengungkapkan kekecewaannya atas terhentinya layanan air bersih yang dinilai telah menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.


“Air bersih yang seharusnya menjadi kebutuhan dasar masyarakat, saat ini menjadi barang yang sulit didapatkan bagi sebagian besar warga. Bagaimana janji-janji Pak Wali Kota saat kampanye dulu untuk mempermudah pelayanan dan menyejahterakan masyarakat?” tegas Subhan, Minggu (11/10/2026).


Menurutnya, persoalan krisis air bersih di Balikpapan bukanlah masalah baru. Ia menilai, gangguan serupa terus menjadi keluhan masyarakat, sementara solusi konkret yang mampu menjamin kelancaran distribusi air masih dinantikan.


Subhan mendesak manajemen PTMB agar segera merespons keluhan warga dan memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tidak terabaikan. Ia juga meminta agar kondisi yang dialami warga tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa kepastian penyelesaian.


Tak hanya menyoroti terhentinya distribusi, Subhan turut mempertanyakan dugaan penjualan air bersih kepada masyarakat ketika pasokan melalui jaringan perpipaan sedang terganggu.


“Bahkan sangat disayangkan, pihak PDAM terindikasi menjual air bersih kepada masyarakat di saat warga mengalami kekurangan suplai air tersebut,” ujarnya.


Pernyataan tersebut merupakan keluhan warga yang perlu mendapat klarifikasi dari pihak PTMB agar persoalan distribusi maupun dugaan penjualan air di tengah gangguan layanan dapat dijelaskan secara terbuka.


LEKEM Kalimantan Desak Pemerintah Bergerak


Sorotan terhadap persoalan krisis air bersih di Balikpapan juga disampaikan Direktur Eksekutif Lembaga Kerukunan Masyarakat (LEKEM) Kalimantan, Aspihani Assegaf.


Ia menyayangkan lambatnya penanganan persoalan distribusi air bersih yang dinilai terus membebani masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah bersama PTMB seharusnya mampu mengidentifikasi berbagai alternatif untuk memastikan kebutuhan air warga tetap terpenuhi ketika terjadi gangguan layanan.


“Kan banyak solusi dan langkah yang harus dilakukan oleh pihak Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengatasi krisis air PDAM ini. Jangan diam saja, dari banyaknya langkah yang harus dilakukan,” ujar Aspihani.


Ia menekankan pentingnya respons cepat dan langkah konkret dari pemerintah maupun manajemen perusahaan daerah. Menurutnya, pelayanan air bersih menyangkut kebutuhan mendasar masyarakat sehingga penanganannya tidak semestinya berlarut-larut.


Keluhan warga Komplek Bumi Rengganis tersebut kembali menyoroti pentingnya keandalan distribusi air bersih di Kota Balikpapan. Masyarakat membutuhkan kepastian mengenai penyebab gangguan, langkah penanganan yang sedang dilakukan, serta waktu pemulihan layanan.


Hingga keluhan ini disampaikan, belum terdapat keterangan dari pihak PTMB dalam bahan informasi yang diterima mengenai penyebab terhentinya suplai air selama lima hari tersebut maupun target normalisasi distribusi.


Warga berharap Pemerintah Kota Balikpapan dan PTMB segera memberikan penjelasan terbuka serta menghadirkan solusi nyata agar kebutuhan air bersih masyarakat kembali terpenuhi. Sebab, akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan, kenyamanan, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi warga.** ( BIP/RED )


EDITOR : DH

Bagikan:

Komentar