PEKANBARU, ( RIAUANTARA.CO ) – Kebutuhan energi listrik di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Mengantisipasi kondisi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau (UID RKR) bersama Pemerintah Kabupaten Karimun memperkuat kolaborasi untuk menjaga keandalan pasokan sekaligus menyiapkan sistem kelistrikan jangka panjang.
Penguatan sinergi itu dibahas dalam pertemuan antara General Manager PLN UID RKR Didik Wicaksono dengan Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, Anggota DPRD Kabupaten Karimun Muhammad Firdaus, serta Kepala Bidang ESDM Kabupaten Karimun Vanderos Purba di Kantor PLN UID RKR, Kamis (8/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah bersama untuk memastikan sistem kelistrikan Karimun mampu mengikuti pertumbuhan kebutuhan energi. Terlebih, sejumlah wilayah usaha ketenagalistrikan di Karimun masih membutuhkan dukungan pembangkit diesel sebagai sumber pasokan listrik.
Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole menegaskan, ketersediaan listrik yang andal merupakan salah satu fondasi penting bagi keberlangsungan aktivitas masyarakat sekaligus pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Rocky, penguatan sistem kelistrikan tidak hanya menjadi tanggung jawab PLN, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan sektor swasta.
“Keandalan listrik merupakan salah satu fondasi penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Karimun. Kami mendukung langkah PLN untuk terus memperkuat sistem kelistrikan, termasuk membuka peluang kolaborasi dengan investor swasta dalam pengembangan pembangkit energi terbarukan seperti PLTS,” ujar Rocky.
Ia menilai pengembangan sumber energi baru dan terbarukan dapat menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat sistem kelistrikan Karimun sekaligus menghadirkan pasokan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
PLN Siapkan Tambahan Pembangkit
Menanggapi kebutuhan tersebut, General Manager PLN UID RKR Didik Wicaksono mengatakan PLN terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga kecukupan daya dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Karimun.
Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan sistem dalam jangka pendek sekaligus menyiapkan pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan untuk menghadapi peningkatan kebutuhan listrik dalam jangka panjang.
“PLN terus memastikan sistem kelistrikan Karimun mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan dunia usaha secara andal. Dalam jangka pendek, kami menyiapkan tambahan mesin pembangkit untuk memperkuat sistem. Pada saat yang sama, kami juga terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan investor dalam pengembangan pembangkit energi terbarukan, termasuk PLTS,” kata Didik.
Saat ini, beban puncak sistem kelistrikan Karimun berada di kisaran 36 megawatt (MW). Untuk menjaga kecukupan pasokan, PLN menyiapkan tambahan mesin pembangkit sebagai langkah jangka pendek.
Penambahan tersebut diharapkan mampu memperkuat cadangan daya sekaligus menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi pelanggan, baik rumah tangga maupun sektor usaha.
Namun, tantangan kelistrikan Karimun tidak berhenti pada kebutuhan saat ini. PLN juga memperkirakan pertumbuhan konsumsi listrik akan meningkat signifikan dalam beberapa tahun mendatang.
Berdasarkan proyeksi pengembangan beban, kebutuhan listrik di Karimun berpotensi mencapai sekitar 70 MW.
Kebutuhan Listrik 70 MW Jadi Perhatian
Didik menegaskan, proyeksi peningkatan kebutuhan tersebut harus diantisipasi sejak dini agar pertumbuhan ekonomi dan investasi di Karimun tidak terkendala oleh keterbatasan pasokan energi.
“Pertumbuhan kebutuhan listrik di Karimun perlu diantisipasi sejak sekarang. Dengan potensi beban yang dapat mencapai sekitar 70 MW, pengembangan sistem harus dilakukan secara terencana, baik dari sisi pembangkitan maupun infrastruktur pendukungnya,” ujarnya.
Menurut dia, kolaborasi dengan pemerintah daerah dan calon investor menjadi faktor penting dalam menyiapkan sistem kelistrikan yang mampu memenuhi kebutuhan jangka panjang.
PLN, kata Didik, juga menyambut positif dukungan Pemerintah Kabupaten Karimun terhadap pengembangan energi terbarukan. Salah satu opsi yang terbuka untuk dikembangkan adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Pengembangan PLTS dinilai dapat menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber energi sekaligus mendukung penguatan sistem kelistrikan di wilayah yang membutuhkan tambahan pasokan.
“Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan calon investor menjadi bagian penting untuk memastikan kebutuhan listrik jangka panjang dapat dipenuhi secara andal dan berkelanjutan,” tegas Didik.
Sinergi antara PLN, Pemerintah Kabupaten Karimun, DPRD, investor, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan mampu mempercepat penguatan infrastruktur energi di wilayah tersebut.
Dengan sistem kelistrikan yang semakin andal dan dukungan pengembangan energi terbarukan, Karimun diharapkan memiliki fondasi energi yang lebih kuat untuk menopang pertumbuhan ekonomi, investasi, aktivitas masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan warga di masa mendatang.**
EDITOR : DH


Komentar