|
Menu Close Menu

Gubri Santuni Keluarga Petugas Pemilu 2019 yang Meninggal dan Sakit

Selasa, 07 Mei 2019 | 10:27 WIB
Gubri H Syamsuar saat menyerahkan santunan Pemilu Serentak 2019 kepada keluarga korban di gedung KPU Provinsi Riau, Senin (6/5/2019).

RIAUANTARA.CO|PEKANBARU - Bertempat di gedung KPU Riau, Senin (6/5/2019), Gubernur Riau H Syamsuar secara simbolik menyerahkan santunan kepada keluarga penyelenggara pemilu yang meninggal dunia dan yang mengalami sakit saat pelaksanaan Pemilu 2019.

Santunan sebesar Rp20 juta tersebut langsung diberikan kepada Ketua KPU Riau, Ilham Muhammad Yasir, yang disaksikan juga Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi,  Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan dan keluarga korban yang meninggal.

Pada kesempatan tersebut Syamsuar mengatakan, santunan yang diberikan adalah sebagai bentuk rasa simpati. elain itu, juga sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada para petugas pemilu yang sudah bekerja keras menjalankan proses pesta demokrasi.

"Saya secara pribadi dan atas nama pemerintah provinsi Riau mengucapkan belasungkawa kepada para petugas pemilu yang meninggal dan sakit dalam menjalankan tugas," kata Gubri.

Dia mengakui kalau penyelenggaraan pemilu tahun 2019 ini memang terasa lebih berat dibanding pemilu-pemilu sebelunya. Sebab, penyelenggaraan pemilu secara serentak lebih menguras tenaga dan pikiran petugas pemilu.

Tak hanya sekadar memberi keluarga santunan, Gubri juga berjanji akan memberikan santunan biaya pendidikan kepada anak korban hingga pendidikan tertinggi selesai.

"Untuk anak korban, kalau memang ada anak petugas pemilu yang ingin bersekolah dan tidak ada biaya, nanti coba dilaporkan saja ke pemerintah Provinsi. Semoga bisa dibantu," ujarnya.

Sementara, Ketua KPU Riau, Ilham Muhammad Yasir mengatakan, jumlah petugas yang meninggal dunia di Riau mencapai 13 orang, sedangkan yang sakit lebih dari 104 orang.

"Jangan melihat jumlah santunannya atau nilainya. Ini merupakan bentuk kepedulian kita bersama terhadap petugas pemilu yang terkena musibah. Semoga apa yang dilakukan almarhum maupun petugas yang sakit menjadi ibadah," pungkasnya.(rls)

Bagikan:

Komentar