|
Menu Close Menu

Pemprov Riau Diminta Kembangkan Wisata di Rohul

Senin, 17 Juni 2019 | 19:26 WIB
Benteng Tujuh Lapis di dalu-dalu Kabupaten Rohul/Net

RIAUANTARA.CO| PASIRPANGARAIAN - Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga Anggota DPRD Rohul Syahril Topan, silaturahmi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, Minggu (16/6/2019) kemarin.

Saat silaturahmi, Syahril Topan juga berdiskusi terkait pengembangan pariwisata di Rohul dengan orang nomor Satu dan dua di Provinsi Riau. Syahril Topan disambut Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar dan Wakil Gubernur Rumah Edi Natar Nasution, di kediaman dinas gubernur dan wakil gubernur Riau.

Sebagai partai yang ikut mengusung serta memenangkan pasangan Syamsuar-Edi Nasution pada Pilkada lalu, Syahril mengingatkan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terhadap pengembangan Pariwisata Rohul serta Pengembangan Wisata sejarah Benteng 7 Lapis yang berada di Dalu-Dalu kecamatan Tambusai.

Kata Topan, pertemuan antara dirinya dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau  menghasilkan hal-hal positif. Gubernur Riau menyatakan kesiapannya untuk mendukung pengembangan pariwisata Rohul.

"Malah Gubri memiliki keinginan besar ke Rohul. dimana dalam bayangan kedepannya, Rohul harus memiliki penunjang lainnya selain destinasi wisata Religi seperti masjid agung Islmaic Center Rohul  Untuk mendukung pariwisata," ucap Topan.

Meski Pemprov Riau sudah menyampaikan dukungannya dalam pengembangan Pariwisata Rohul, kini sejauh mana kemampuan  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rohul mengkomunikasikan dengan provinsi serta menarik kunjungan wisatawan dari luar.

"Pemkab Rohul dalam hal ini Disparbud, juga perlu menyusun langkah strategis untuk membuat orang luar tertarik datang ke Rohul. Salah satunya mungkin adalah membangkitkan kembali budaya-budaya leluhur kita yang kini sudah mulai hilang," kata Topan.

Menurut Topan, banyak Potensi budaya Rohul yang seharusnya menjadi  daya tarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara namun terkesan selama ini kurang perhatian dari pemerintah.

"Kita melihat budaya dan kesenian kita, seperti  Gondang borogong, Manortor dan kebudayaannya lainya, sudah mulai berangsur angsur hilang. Menggali potensi budaya yang berangsur hilang ini juga harus menjadi fokus Diparbud harus linier dengan pengembangan Objek Wisata. Saya mengkritisi Dewan Kesenian Daerah  Rohul, karena saya nilai vakum dan tidak ada kiprahnya. Seharusnya lembaga  ini harus berbuat dan menunjang program pemerintah khususnya dalam melestarikan Budaya daerah," pungkasnya.(rls)

Bagikan:

Komentar