|
Menu Close Menu

Wagubri Resmikan Riau Ekspor Kerang Dara Ke Thailand

Monday, July 1, 2019 | 15:55 WIB

RIAUANTARA.CO | PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edi Natar Nasution, resmikan Riau ekspor kerang dara ke negara Thailand, peresmian ekspor ini berlangsung di Kantor Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan, Jalan Rawah Indah Pekanbaru, Senin (1/7/2091).

Empat ton kerang dara resmi diberangkatkan ke Thailand melalui jalur udara Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Dimana empat ton kerang dara tersebut dibawah kendali dua CV yaitu CV Jasa Laut dan CV cheera King Seafood.

Wagubri menyampaikan, peresmian ekspor ini menjadi salah satu langkah awal Riau menjadi penghasil dan eksportir komoditas ikan. Ia juga menyampaikan bahwa Riau pernah memiliki sejarah penghasil komoditas ikan terbesar di dunia.

"Eksportir kerang dara melalui jalur udara ini sebagai salah satu tonggak awal bumi lancang kuning sebagai eksportir komoditas ikan," ujarnya.


Edi Natar juga mengatakan, pada masa Belanda sekitar tahun 1930 an, tepatnya pada masa kejayaan pelabuhan Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), produksi ikan di Riau mencapai 300.000 ton per hari. Menelisik sejarah tersebut, menurutnya bukan tidak mungkin Riau kembali berjaya dalam hal produksi ikan.

Ia berharap, kedepannya tidak hanya kerang dara yang di ekspor Riau, namun juga pada sektor ikan, yang nantinya akan dikirim ke negara di berbagai belahan dunia lainnya.

"Sejarah kita berjaya itu ada, untuk itu kita pasti bisa mengulang sejarah lama melakukan kegiatan ekspor terbesar dunia asal ada komitmen bersama," tambah Edi Natar.

Kemudian ia juga menjelaskan bahwa, pembangunan di Riau tidak hanya akan dipusatkan ke bidang infrastruktur namun juga pada sektor Sumbernya Daya Manusia (SDM), sehingga potensi yang ada di Riau bisa dikelola secara maksimal.

"SDM yang memadai itu sangat penting, kedepannya akan menjadi perhatian khusus," jelasnya.

Edi Natar mengharapkan, adanya komitmen bersama dari berbagai pihak untuk terus mengembangkan komoditi ekspor yang berkelanjutan dari Provinsi Riau, tidak hanya setahun atau dua tahun namun dalam jangka yang tidak ditentukan.

"Kita harus berkomitmen untuk terus melakukan ekspor, tidak hanya terputus sampai disini," tutupnya. 
(adv/hms)
Bagikan:

Komentar