|
Menu Close Menu

Kota Sorong Kembali Memanas, Massa Serang Wali Kota dan Blokade Jalan

Selasa, 20 Agustus 2019 | 16:54 WIB
Polisi mengejar pendemo yang berbuat rusuh saat unjuk rasa di Kantor Wali Kota Sorong, Papua Barat. (Foto: iNews.id/Chanry Andrew Suripatty)

RIAUANTARA.CO | SORONG - Situasi Kota Sorong, Papua Barat yang sempat konusif pada Senin (19/8/2019) lalu kembali memanas. 

Aksi unjuk rasa massa terkait kasus dugaan persekusi terhadap mahasiswa Papua di sejumlah kota di Jawa yang semula berjalan damai tiba-tiba rusuh. 

Kerusuhan berawal saat massa menggeruduk Kantor Wali Kota Sorong untuk menyampaikan sejumlah tuntutan di antaranya meminta kapolri dan panglima TNI menindak tegas sejumlah oknum aparat keamanan yang melakukan persekusi dan rasisme terhadap warga Papua di Surabaya beberapa waktu lalu. 

Massa kemudian ditemui Wali Kota Sorong Lambert Djitmau. Saat Wali Kota Sorong memberikan arahan kepada warga, tiba-tiba dari kerumunan masa melemparkan batu ke arah wali kota. Sontak situasi berubah menjadi kacau. 

Warga menganggap pernyatan Wali Kota Sorong Lamberth Djitamu tidak tegas dan mengambang saat menanggapi aspirasi warga pendemo. 

Aparat gabungan TNI/Polri bertindak sigap dengan mengamankan dan mengevakuasi wali kota ke dalam ruangan. Petugas gabungan kemudian membubarkan paksa aksi warga dan mengejar pendemo yang berbuat rusuh.

Tindakan petugas yang mengejar sejumlah warga ternyata mendapat perlawanan warga. Mereka melemparkan batu dan kayu ke petugas. Tidak hanya itu, petugas juga ditembak dengan mercon oleh warga. 

Hingga saat ini, situasi Kota Sorong masih belum kondusif. Aparat kemanan masih terus mengejar para oknum warga yang menyerang Wali Kota Sorong. 

Untuk memulihkan situasi dan kondisi di Kota Sorong, Papua Barat, pimpinan TNI/Polri, Pemkot Sorong, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat sejak siang tadi melakukan rapat tertutup di Makodim 1802 Sorong.

Sejumlah aparat masih ditempatkan di sejumlah titik untuk mengamankan kerumunan massa yang masih memblokade jalan di beberapa titik di Kota Sorong. Akibat aksi tersebut, aktivitas masyarakat di Kota Sorong lumpuh.
(red/kom)

sumber: iNews.id
Bagikan:

Komentar